Gempa Banten, Presiden Jokowi Minta TNI-Polri dan Mensos Bertindak Cepat
"Saya kira dari aparat di bawah sudah memerintahkan karena ada potensi tsunami, sudah ada evakuasi," lanjut Jokowi.
Presiden Joko Widodo terus memantau dan terus memonitor setelah BMKG mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 21.35 WIB akibat gempa Banten Magnitude 6,9. Jokowi juga memerintahkan kepada BNPB, TNI, Polri dan Menteri Sosial Agus Gumiwang agar bertindak cepat.
"Kita berharap yang di lapangan, karena malem hari ini, tadi saya juga telpon polres, lapangan dalam keadaan sementara, baik semuanya dan saya sudah perintahkan juga kepada BNPB, TNI, Polri, dan Menteri sosial untuk ber tindak cepat apabila ada yang memang harus kita bergerak," kata Jokowi disela-sela menonton pagelaran Wayang di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (2/8).
Dia juga menghimbau agar masyarakat tenang dan berhati-hati. Serta tetap waspada. Dan meminta kepada aparat keamanan untuk tanggap jika terjadi pergerakan atau potensi tsunami.
"Saya kira dari aparat di bawah sudah memerintahkan karena ada potensi tsunami, sudah ada evakuasi," lanjut Jokowi.
Dia juga mengklaim saat ini belum menerima laporan ada kerusakan terkait gempa tersebut. Terakhir dia hanya mendapat laporan kerusakan kecil. Dan dia berharap semoga tidak ada gempa. Terkait apakah akan meninjau ke lokasi titik gempa, Jokowi pun belum menentukan dan masih memonitor sampai saat ini.
"Saya monitor terus. Saya monitor terus, nanti kita putuskan besok pagi," ungkap Jokowi.
Baca juga:
BMKG Mutakhirkan Data Gempa Banten jadi Bermagnitudo 6,9
Momen Warga Jakarta Lari Berhamburan Saat Terjadi Gempa
Dampak Gempa Banten, 5 Rumah di Cianjur Rusak Berat
Peringatan Tsunami Berakhir, Warga Garut yang Sempat Ngungsi Sudah Kembali ke Rumah
Akhiri Peringatan Dini Tsunami, BMKG Minta Masyarakat Kembali ke Rumah
Pasien Rumah Sakit di Depok Berhamburan Saat Gempa M 7,4 di Banten