Dubes Djauhari: Muslim Indonesia yang Toleran dan Santun Perlu Dipertahankan
Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan Muslim Indonesia yang toleran, moderat dan satu adalah sikap yang perlu dipertahankan. Sebab kata dia, menjadi sebuah nilai kebangsaan Tanah Air.
Duta Besar Indonesia untuk Republik Rakyat Tiongkok, Djauhari Oratmangun mengatakan Muslim Indonesia yang toleran, moderat dan satu adalah sikap yang perlu dipertahankan. Sebab kata dia, menjadi sebuah nilai kebangsaan Tanah Air.
"Muslim Indonesia yang toleran, moderat dan santun yang kemudian yang menjadi sikap dalam keseharian sejatinya perlu dipertahankan menjadi sebuah nilai kebangsaan negara kesatuan RI," kata Djauhari saat memberikan sambutan dalam acara diskusi daring, Sabtu (13/3).
Dia menjelaskan budaya guyub dalam masyarakat Muslim Indonesia khususnya yang tergabung dalam organisasi ke-Islam-an seperti NU dan Muhammadiyah dapat berkontribusi. Salah satunya yaitu bagi pelestarian nilai-nilai kebangsaan serta menjunjung tinggi kerukunan, harmoni dan keberagamaan.
"Islam dan Muslim kerap menjadi perbicangan dalam pergaulan internasional, sebagai Islam moderat dan toleran di tengah keragaman suku agama dan budaya di Indonesia," ungkapnya.
Dia juga menuturkan terdapat lima prinsip berdampingan secara damai. Pertama kata dia yaitu saling menghormati integritas, dan kedaulatan wilayah, kedua yaitu saling tidak melakukan agresi.
"Ketiga tidak campur tangan dalam urusan internal masing-masing, dan tentunya saling menguntungkan dan saling hidup berdampingan secara damai," bebernya.
Baca juga:
Menag Sebut Dampak Sosial Media Sebabkan Intoleransi di Masyarakat Meningkat
Fungsi Agama bagi Kehidupan Manusia, Sebagai Pemberi Damai hingga Sosial Kontrol
Politikus PKS Sebut SKB 3 Menteri Soal Seragam Dibuat Tanpa Diskusi dengan DPR
Anggota DPR Nilai SKB Menteri Soal Seragam Berpotensi Picu Konflik Pusat & Daerah
Anggota DPR Kesal Mikrofon Dimatikan saat Protes SKB Tentang Seragam di Paripurna
Pimpinan MPR Minta SKB 3 Menteri Dicabut Karena Kurang Mengakomodasi Kearifan Lokal