Dua sopir bus mudik positif gunakan narkoba
Selain itu ditemukan juga tiga pengemudi yang memiliki gejala darah tinggi.
Dua sopir bus angkutan umum yang akan menghadapi mudik lebaran tahun ini diistirahatkan. Keduanya positif konsumsi obat-obatan terlarang dan alkohol. Selain itu ditemukan juga tiga pengemudi yang memiliki gejala darah tinggi.
Hal itu diketahui dari test urine yang dilakukan tim gabungan dari Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi Jabar dan Kota Bandung di Terminal Cicaheum, Bandung, Senin (13/8) kemarin.
Adapun sopir yang dites sebanyak 50 orang dan lima di antaranya diistirahatkan. "Jadi total ada lima sopir bus yang kita istirahatkan, karena dari segi kondisi dan kesiapan mereka tidak layak untuk mengendarai bus," kata Kepala Terminal Cicaheum Bandung, Jujun, Selasa (14/8).
Sopir yang diketahui mengkonsumsi obat terlarang adalah sopir Antar Kota Antar Provinsi (AKAP).
Selain menjalani tes urine, kata Jujun, sopir juga menjalani serangkaian pemeriksaan fisik luar untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Setelah dipastikan kondisinya tidak sehat baru diistirahatkan.
"Angka kecelakaan lalu lintas semakin meningkat, di mana satu di antara penyebabnya karena sopir sedang di bawah pengaruh obat-obatan terlarang," katanya.
Karena itu, cek kesiapan sopir harus dilakukan guna mencegah hal yang tidak diinginkan.
Dari hasil tes urine yang dinyatakan positif mengkonsumsi obat terlarang, pihaknya akan memproses dan menyerahkan kepada yang berwenang untuk ditindak lanjut sesuai aturan hukum yang berlaku.
(mdk/ren)