LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Dituduh curi HP, ABG di Semarang tewas dipukuli

"Saat ditemukan, adik saya dalam kondisi kaku, ada luka di bagian dagu, dada gosong, bibir memar pecah."

2012-06-25 23:17:10
Pengeroyokan
Advertisement

Ahmad Sobirin (16), warga Ngesrep Timur, Banyumanik, Semarang, Jateng, ditemukan tewas dengan luka memar dan gosong di sekujur tubuh. Diduga kuat, korban tewas akibat dianiaya oleh tiga orang laki-laki.

Tri Atmojo (25) saksi yang sekaligus kakak kandung korban mengatakan, adiknya ditemukan tewas pada Minggu (24/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Saat ditemukan, adik saya dalam kondisi kaku, ada luka di bagian dagu, dada gosong, bibir memar pecah dan punggungnya luka gosong. Kami menduga meninggal karena dipukuli,” ujar Tri Atmojo saat dihubungi merdeka.com Senin(25/6) usai mengambil jenazah adiknya di kamar mayat RSUP dr. Kariadi Semarang.

Ahmad Sobirin diketahui masuk ke kamar pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah itu, dia tidak keluar kamar lagi sampai akhirnya ditemukan telah tewas.

Naren (16), rekan korban menyatakan sebelum ditemukan tewas, sekitar pukul 04.30 WIB dirinya bersama korban Ahmad Sobirin menjadi korban penganiayaan oleh tiga orang yang salah satunya bernama Ari (27), seorang tukang parkir di Jalan Prof Sudarto, Sumurboto, Banyumanik.

“Kata temennya (Naren), saat kejadian, adik saya  bersama temennya itu sedang tiduran di depan sebuah ruko di kawasan Ngesrep. Tiba-tiba didatangi para pelaku yang berusia sekitar 25-30 tahun. Mereka datang sambil marah-marah dan menuduh kalau adik saya dan temannya itu mencuri handphone,” ungkap Tri Atmojo.

Merasa tidak mencuri, Tri Atmojo maupun Naren membantahnya. Tetapi jawaban korban membuat emosi pelaku dan langsung menghajar Tri Atmojo dan Naren dengan tangan kosong.

Diduga, korban menderita luka dalam akibat dihajar oleh Ari dan kawan-kawannya. Setelah puas menghajar, Ari dan kawan-kawannya kabur meninggalkan kedua korban. Tri Atmojo pun kemudian pulang dan sekitar  pukul 10.00 WIB, Tri Atmojo kelihatan masuk kamar dan tidak keluar lagi.

Pihak kepolisian sendiri saat dikonfirmasi wartawan menyatakan belum mengetahui kejadian. Kapolsek Banyumanik Kompol Mulyawati Syam, SIK mengaku belum mengetahui adanya kejadian itu. Sebab, pihaknya masih cuti dari kerjaan. Kapolsek menyarankan wartawan untuk konfirmasi langsung ke Kasi Humas Polsek Banyumanik.

“Mohon maaf Mas, saya cuti ini. Silakan langsung aja menghubungi kasi humas saja,” pungkas Mulyawati.

Sampai sekarang kasus ini masih dalam penyelidikan jajaran Reskrim Polsek Banyumanik Semarang.

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.