Dinas Pemadam Kebakaran Kendari Tangani 138 Kasus Kebakaran Kendari 2025, Korsleting Listrik Dominan
Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran Kendari mencatat 138 Kasus Kebakaran Kendari 2025, menunjukkan peningkatan dari tahun sebelumnya dan didominasi oleh korsleting listrik.
Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), telah menangani sebanyak 138 kasus kebakaran di Kota Lulo sepanjang tahun 2025. Jumlah ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kendari, Drs. Ahriawandy Effendy, menjelaskan bahwa penyebab utama dari insiden-insiden tersebut didominasi oleh korsleting listrik. Faktor ini menyumbang sebagian besar dari total kasus yang ditangani.
Selain penanganan kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kendari juga aktif dalam berbagai operasi penyelamatan lainnya. Ini mencakup evakuasi hewan hingga penanganan kecelakaan kendaraan di wilayah Kota Kendari.
Peningkatan Kasus Kebakaran dan Penyebab Utama
Data menunjukkan adanya peningkatan kasus kebakaran di Kota Kendari pada tahun 2025. Tercatat 138 kasus kebakaran, naik 28 kasus dibandingkan tahun 2024 yang hanya mencapai 110 kasus kebakaran.
Korsleting listrik menjadi penyebab paling dominan, dengan 68 kasus kebakaran sepanjang tahun 2025. Selain itu, faktor lain seperti pembakaran sampah, tumpukan kayu, lahan, dan puntung rokok juga menyumbang 43 kasus kebakaran.
Kasus kebakaran lainnya yang tercatat meliputi insiden yang disebabkan oleh bahan bakar minyak, las listrik, petasan, kompor gas, minyak, kayu tungku, dan obat nyamuk, dengan total 10 kasus. Satu kasus kebakaran bahkan dilaporkan dilakukan dengan sengaja.
Sebanyak 16 kasus kebakaran masih belum diketahui secara pasti penyebabnya, menunjukkan kompleksitas dalam investigasi insiden tersebut.
Jenis dan Sebaran Kebakaran di Kota Kendari
Jenis kebakaran yang paling banyak terjadi pada tahun 2025 adalah kebakaran bangunan, dengan 69 kasus. Ini menunjukkan kerentanan struktur permukiman terhadap bahaya api.
Selain bangunan, kasus kebakaran lahan, kebun, dan hutan juga cukup tinggi, mencapai 40 kasus. Kebakaran kendaraan tercatat sebanyak lima kasus, sementara kebakaran tiang listrik mencapai 24 kasus.
Secara geografis, sebaran kasus kebakaran di Kendari menunjukkan beberapa wilayah dengan insiden yang lebih tinggi. Kecamatan Kadia mencatat 23 kasus, diikuti oleh Puuwatu dengan 22 kasus, dan Baruga dengan 20 kasus.
Kecamatan Poasia mencatat 18 kasus, Kendari 12 kasus, Mandonga 12 kasus, Wua-wua 10 kasus, dan Kambu 13 kasus. Kecamatan Kendari Barat memiliki 7 kasus, sementara Nambo menjadi wilayah dengan kasus terendah, yaitu 1 kasus kebakaran.
Imbauan Pencegahan dan Penyelamatan Lainnya
Drs. Ahriawandy Effendy mengimbau seluruh masyarakat Kota Kendari untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diharapkan rutin melakukan pengecekan instalasi listrik dan keadaan tabung gas di rumah.
Peningkatan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran sebelum meninggalkan rumah sangat penting untuk mencegah terjadinya insiden yang tidak diinginkan. Langkah-langkah preventif ini dapat mengurangi potensi kerugian.
Selain penanganan kasus kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran Kendari juga menunjukkan perannya yang multifungsi dengan menangani 374 kasus penyelamatan atau evakuasi sepanjang tahun 2025.
Kasus penyelamatan ini sangat beragam, mulai dari evakuasi hewan, pelepasan cincin di tangan warga, penanganan kecelakaan kendaraan, hingga penanganan banjir dan berbagai evakuasi lainnya.
Sumber: AntaraNews