Digeruduk ormas Islam, Dolly tutup
Para penjaja cinta yang berada di lokalisasi tersebut tidak terlihat, bahkan, beberapa wisma juga terlihat menutup pintu
53 Ormas Islam di Surabaya, yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Jawa Timur, menggelar aksi sweeping di sejumlah tempat hiburan dan lokalisasi. Namun, mereka membantah dan menganggap aksinya itu hanya sekadar pawai jelang Ramadhan.
Aksi yang dikawal pihak kepolisian itu, dimulai dari Masjid Al-falah, di Jalan Darmo, Surabaya. Kemudian ratusan massa GUIB itu bergerak menuju salah satu tempat hiburan malam di kawasan Jalan Diponegoro dan diteruskan ke lokalisasi Dolly.
Di Dolly, massa datang sambil meneriakkan takbir. Sayangnya, saat pawai ini digelar sejumlah lokalisasi tampak sepi. Para penjaja cinta yang berada di lokalisasi tersebut tidak terlihat, bahkan, beberapa wisma juga terlihat menutup pintu.
"Ini bukan sweeping. Ini hanya pawai damai menjelang Ramadan. Kami hanya meminta tempat hiburan malam dan lokalisasi tutup selama 1 bulan penuh ini," kata kordinator aksi, M Yunus di lokalisasi Dolly Surabaya.
Selain itu, beberapa orang juga menempel stiker peringatan agar wisma tutup selama Ramadan. Bahkan, juga meminta pernyataan kesanggupan tutup yang ditandatangani oleh salah satu perwakilan masyarakat lokalisasi.
Permintaan untuk tutup selama bulan Ramadan ini, lanjut Yunus, sesuai dengan Perda Kota Surabaya Nomor 2 tahun 2008 tentang Kepariwisataan, Perda Nomor 7 tahun 1999 tentang Penertiban Penggunaan Tempat untuk Perbuatan Asusila selama bulan Ramadan dan malam Idul Fitri.
"Juga Surat Edaran Gubernur Jawa Timur No 460/12640/031/2012 perihal Penutupan Lokalisasi di Bulan Ramadan," terangnya.
Yunus juga meminta kepada pemerintah untuk memberikan sanksi tegas kepada sejumlah tempat hiburan malam yang membandel. "Aturan sudah jelas. Pemerintah harus bertindak," pungkas dia.
Selanjutnya, dari lokalisasi Dolly, mereka kembali bergerak menuju lokalisasi Moroseneng, Kremil, Tambak Asri, Dupak Bangun Sari. Kemudian berlanjut di tempat hiburan malam kawasan Jalan Dupak dan berakhir di depan kantor Pemkot Surabaya.(mdk/hhw)