Cerita Amir dan Dimas, taruna STIP yang tewas di tangan seniornya
Cerita Amir dan Dimas, taruna STIP yang tewas di tangan seniornya. Kejadian yang dialami Amir membuat Menhub, Budi Karya, membebastugaskan Ketua STIP, Kapten Weku F Karuntu. Sebelum Amir, taruna bernama Dimas juga meregang nyawa di tangan seniornya pada tahun 2014 lalu.
Keluarga Amirulloh Adityas Putra tak pernah menyangka nasib pria berusia 19 tahun itu akan berakhir tragis. Baru saja menjadi taruna di kampus Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), dia malah jadi korban plonco seniornya hingga meregang nyawa.
Dia dianiaya hingga mengalami luka dalam. Sejumlah seniornya memukul ke arah perut, dada dan ulu hati dengan menggunakan tangan kosong hingga Amir, sapaan dia, jatuh tak berdaya.
"Iya betul. Motifnya ya soal senioritas ke junior. Cuma ya ngeri juga kalau sampai tewas begitu" ujar Kabid Humas Polres Jakarta Utara, Kompol Sungkono, saat dihubungi merdeka.com, Rabu (11/1).
Peristiwa itu bermula saat Amir dan sejumlah rekannya usai latihan drum band pada Selasa (10/1) kemarin, sekitar pukul 17.00 Wib. Sebagai taruna tingkat I, dia bersama enam rekannya dikumpulkan sejumlah senior di lantai 2 kamar M-205. Selanjutnya, satu per satu taruna tingkat 1 dianiaya.
Giliran Amir dipukul seorang seniornya bernama Willy. Dia langsung ambruk dan pingsan. Amir sempat digotong para pelaku ke tempat tidur dan melapor ke senior tingkat 4, dan ke pembina sampai ke piket medis.
Rumah korban penganiayaan senior STIP ©2017 Merdeka.com/Angga Yudha Pratomo
Sayang, nyawa Amir tak bisa tertolong. Amir mengembuskan napas terakhir akibat ulah seniornya yang arogan.
Disebut-sebut bukan hanya Amir yang dianiaya empat senior yang diketahui bernama Sisko Mataheru, Willy Hasiholan, Iswanto dan Akbar Ramadhan. Mereka sudah diperiksa bahkan sudah ada yang menjadi tersangka.
"Saat ini masih dilakukan pemeriksaan juga terhadap para tersangka, mereka senior korban," ujar Kapolda Metro Jaya, Irjen M Iriawan, saat ditemui terpisah di Mapolda Metro Jaya.
Iriawan mengatakan, telah memerintahkan Kapolres Jakarta Utara mengusut kasus tersebut. Hasil pemeriksaan sementara, Amir tewas karena hal tak wajar akibat ulah seniornya.
Kejadian tersebut, lanjut Iriawan, menjadi perhatian khusus pihaknya. Dia berjanji akan mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menyebabkan Amir tewas. Apalagi, kata dia, kasus ini bukan yang pertama kali terjadi di lingkungan sekolah yang terletak di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
"Ini kan sudah kesekian kali, makanya kami tegur sekolah itu untuk ubah sistem yang ada di sekolah itu karena kerap terjadi penganiayaan seperti itu," tegas Iriawan.
Hal itu pula yang membuat Menhub, Budi Karya, membebastugaskan Ketua STIP, Kapten Weku F Karuntu. Seperti diketahui, sekolah itu memang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan.
"Keputusan diambil untuk mempermudah pelaksanaan tugas tim investigasi internal yang telah dibentuk," kata Budi Karya dalam rilis yang diterima merdeka.com.
Pelaku penganiayaan STIP ©2017 merdeka.com/imam buhori
Kematian sadis Amir menambah deretan kasus penganiayaan yang dialami Taruna baru di STIP. Pada April 2014 lalu, Taruna STIP atas nama Dimas Dikita Handoko (19) juga meregang nyawa di tangan seniornya. Dia dianiaya senior karena hal sepele yakni dianggap tidak kompak dengan senior.
Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara saat itu, AKBP Daddy Hartadi, mengungkapkan, para pelaku mengaku ditegur oleh taruna semester IV yang menyebut bahwa korban tidak respek dan tidak kompak.
"Selanjutnya para korban dipanggil ke tempat kos pelaku Angga. Di mana rumah kos tersebut kerap dipakai para pelaku berkumpul," jelas Daddy di Mapolres Metro Jakarta Utara, Sabtu (26/4).
Daddy mengatakan, rumah kos tersebut mempunyai dua lantai di mana pelaku Angga menyewa di lantai bagian atas. Di lantai dua sendiri, terdapat tiga ruangan.
"Lantai bawah itu dihuni pemilik kos. Di lantai dua disewa pelaku Angga, di lantai dua ada kamar mandi, ruang tengah dan satu ruangan yang lumayan besar. Kasur ditaruh di ruang tengah," jelas Daddy.
foto korban STIP ©2014 merdeka.com
Daddy melanjutkan, awalnya para pelaku meminta 14 taruna tingkat 1 termasuk Dimas untuk datang ke rumah kos tersebut. "Tapi yang datang cuma tujuh orang termasuk Dimas. Dimas sendiri datangnya paling terakhir. Makanya dia masih memakai seragam," ucap Daddy.
Awalnya, para pelaku menceramahi korban. Kemudian secara bergiliran ke tujuh korban diminta memasuki satu ruangan yang cukup besar yang ada di rumah kos tersebut.
"Di ruangan itu korban dipukuli di perut, dada dan ulu hati. Terus juga ditendang di perut, kakinya sama digampari pipinya," ungkap Daddy.
Namun, sambung Daddy, korban Dimas yang saat itu dipukuli oleh pelaku Angga, Fachry, dan Adnan sudah mengerang kesakitan. "Tapi oleh tersangka Fach dan And tetap dipukuli, ditendang juga digampar sampai jatuh," jelas Daddy.
Tak kuat menerima penyiksaan, tubuh Dimas pun lunglai hingga tak sadarkan diri. Panik, para pelaku pun kemudian memberikan minyak angin di bagian lubang hidung Dimas agar siuman.
"Wajah korban juga diciprat-cipratkan air dengan memakai gayung plastik namun korban tetap tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia," tandas Daddy.
Semula para senior mengaku Dimas tewas karena terjatuh dari kamar mandi. Namun sejumlah kesaksian tak menyatakan demikian.
Sidang vonis mantan mahasiswa STIP ©2014 Merdeka.com
Akhirnya tiga taruna harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di kursi pesakitan. Angga Afriandi, Fachry Husaini Kurniawan dan Adnan Fauzi Pasaribu terbukti melakukan kekerasan terhadap terhadap juniornya, Dimas Dikita Handoko, hingga tewas. Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis mereka dengan hukuman empat tahun penjara.
"Dan menetapkan agar mereka terdakwa membayar biaya perkara secara berimbang sebesar Rp. 10.000," kata Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Wisnu Wicaksono, dalam persidangan di ruang Cakra, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Kamis (9/10).
Baca juga:
Taruna tewas diplonco senior, Menhub segera evaluasi STIP
Tewasnya si kembar murah senyum korban plonco STIP Cilincing
Ini sosok para pelaku penganiayaan taruna STIP
Taruna STIP penganiaya junior hingga tewas sudah jadi tersangka
Menhub bakal ke rumah duka taruna STIP yang tewas dianiaya senior
Lagi, Taruna STIP Cilincing meregang nyawa usai dianiaya senior
Menhub bebastugaskan Ketua STIP usai taruna tewas dianiaya senior