Bus rombongan petani terguling di Pekalongan, 2 tewas
Kedua penumpang yang tewas adalah Supriyanto (48) dan Yanti (50) asal Banjarnegara.
Sebuah bus dengan nomor polisi AB 9702 BE, yang mengangkut rombongan Kelompok Tani Wanita (KTW) terguling di Desa Tenogo, Kecamatan Paninggara, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Akibatnya, dua penumpang tewas seketika, sementara 21 penumpang lainnya mengalami luka.
Kedua penumpang yang tewas adalah Supriyanto (48) dan Yanti (50) asal Banjarnegara. Sumiati (38), salah seorang penumpang selamat, mengatakan bus yang dikemudikan Kismo (48) warga Purbalingga itu terbalik di tikungan dan kondisi jalan yang menurun.
Dia menduga, bus yang membawa rombongan studi banding itu mengalami rem blong. Sebab, sebelum masuk ke parit, bus sempat menabrak tiang listrik dan beberapa pohon.
"Kami saat itu panik karena semua penumpang berteriak histeris akibat benturan keras," katanya, Rabu (19/6).
Menurutnya, rombongan Kelompok Wanita Tani dari Kabupaten Purbalingga itu akan melakukan studi banding di Kabupaten Pekalongan.
"Dari Purbalingga iring-iringan dua mobil, satu mobil dinas dan satunya bus dengan jumlah penumpang 24 orang," ujarnya.
Kasatlantas Polres Pekalongan AKP Aidil Safitri saat dikonfirmasi menyatakan, usai kejadian sopir bus langsung diamankan. Menurutnya, sang sopir mengalami luka ringan.
"Sampai saat ini sopir masih kami mintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Kami belum bisa menyimpulkan apa penyebab pasti. Dugaan sementara, bus mengalami rem blong," ungkapnya.
Kepala Bagian Humas RSUD Pekalongan, Edi Santoso mengatakan, berdasarkan data yang tercatat, korban meninggal dan luka dalam kecelakaan itu berjumlah 26 orang, terdiri dari 24 luka berat dan ringan dan dua orang meninggal.
"Kami akan segera kordinasi dengan pihak terkait baik dari rombongan petani maupun pemerintah setempat untuk pembiayaan perawatan," katanya.(mdk/dan)