Buronan BLBI Sherny tiba di Bandara Soekarno-Hatta
Sherny yang mengenakan kaos panjang hitam tampak santai saat digiring petugas. Kedua tangannya juga tak diborgol.
Buronan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Sherny Kojongian, akhirnya tiba di Indonesia melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sherny yang mengenakan terusan hitam berlengan panjang tampak santai dan tak sedikit pun menundukkan wajahnya saat para pewarta foto memburu gambarnya.
Sherny yang dikawal puluhan petugas gabungan dari pihak Interpol dan Kejaksaan Agung tiba di Soekarno-Hatta sekitar pukul 08.43 WIB. Dia tampak keluar dari terminal F2 kedatangan luar negeri dengan menumpang pesawat Garuda Indonesia. Tak tampak borgol mengikat kedua tangannya wanita yang mengenakan kaca mata hita dan menenteng tas bercorak putih.
Sherny Kojongian, buronan kasus BLBI ditangkap interpol di San Francisco, Amerika Serikat. Sherny diputus bersalah dengan 20 tahun penjara dalam sidang in absentia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada tahun 2002. Pihak imigrasi Amerika Serikat akan menyerahkan Sherny kepada wakil Jaksa Agung, Darmono di Bandara Soekarno Hatta.
"Pihak imigrasi Amerika Serikat atau US ICE (United States Immigration and Customs Enforcement) yang akan menyerahkan kepada pak Darmono," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Adi Toegarisman kepada wartawan di Bandara Soetta, Rabu (13/6).
Adi mengatakan, prosesi penyerahan Sherny dari pihak Amerika Serikat kepada Kejaksaan juga akan dipantau oleh pihak asing. "Pastinya akan dipantau oleh pihak asing dan Sherny akan dibawa menggunakan pesawat Garuda Indonesia tapi nomor penerbangannya saya lupa," kata Adi.
Kasus korupsi dan perbankan terjadi di Bank BHS pada tahun 1992-1996. Kasus korupsi dan perbankan yang dilakukan Sherny merugikan negara sebesar Rp 1,950 triliun.(mdk/lia)