Brimob korban pemukulan sipir kondisinya masih kritis
Nimrod dirawat karena mengalami memar pada bagian kepala, mata, mulut dan dada.
Kondisi Briptu Nimrod Sitorus yang dipukuli sipir Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Tanjung Gusta, masih kritis. Personel Brimob yang bertugas di Pematang Siantar ini terus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Columbia Asia.
Meski sesekali membuka mata, Nimrod tidak bisa berbicara.“Saya pun tidak dikenali,” ucap Trisna Ginting, istrinya.
Nimrod dirawat karena mengalami memar pada bagian kepala, mata, mulut dan dada. Dia dipukuli sipir Rutan, Sabtu (23/3), ketika menjalani hukuman penjara akibat kasus perjudian.
Akibat cedera parah yang dialaminya, Nimrod sudah sekali dioperasi pada bagian kepala. “Bulan depan akan dioperasi lagi,” terangnya.
Sejauh ini, biaya yang harus dikeluarkan keluarga untuk perawatan Nimrod sudah mencapai Rp 300 juta. Pihak Rutan memberikan sekitar Rp 70 juta. “Saya bingung, rumah sakit sudah menangih biaya perobatan,” sebut ibu tiga anak ini.
Sebelumnya, polisi menetapkan enam tersangka dalam kasus penganiayaan itu setelah memeriksa para saksi. Seorang di antara saksi itu adalah Kepala Rutan Toni Nainggolan."Saksi yang diperiksa sudah mencapai 25 orang," ujar Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol M Yoris Marzuki, Kamis (5/4).
Dia menyatakan para tersangka dijerat dengan Pasal 170 jo Pasal 351 KUHP. "Ancaman hukumannya di atas lima tahun," sebut Yoris.
Para tersangka menolak menjawab pertanyaan wartawan. "Tanya sama kuasa hukum kami saja," kata Rugianto, salah seorang tersangka.(mdk/has)