LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Bomber di Mapolrestabes Surabaya pernah cerita soal pekerjaan ke tetangga

Tri Murtiono, bomber di Mapolrestabes Surabaya dikenal tertutup oleh tetangga. Namun dia pernah ikut ronda siskampling. Kepada tetangga, dia pernah bercerita mengenai pekerjaan sehari-harinya.

2018-05-15 10:04:41
Bom Surabaya 2018
Advertisement

Sejumlah warga Tambak Medokan Ayu, Rungkut, Kota Surabaya tidak menduga kalau tetangganya, keluarga Tri Murtiono adalah pelaku peledakan bom di Mapolrestabes Surabaya, Senin (14/5).

"Orangnya biasa-biasa saja. Selama ini tidak ada kecurigaan bahwa mereka sebagai pelaku," kata Ketua RT 8 Tambak Medokan Ayu, Suwito saat ditemui di area lokasi rumah pelaku peledakan bom di Tambak Medokan Ayu Gang 6 Nomor 2 A di Surabaya, Selasa (15/5).

Meski demikian, dalam kesehariannya Tri Murtiono yang bekerja sebagai pembuat tralis alminium, kurang berinteraksi dengan warga sekitar.

Advertisement

"Kurang interaksi dengan warga sehingga kesannya tertutup," katanya.

Ia mengatakan Tri Murtiono bersama istrinya, Tri Ernawati dan tiga anak yang lain menjadi pelaku peledakan bom, baru tinggal di rumah kontrakannya selama kurang lebih empat bulan.

Saat ditanya apakah selama tinggal di rumah kontrakannya tidak pernah mengundang banyak orang untuk acara pengajian atau lainnya, Suwito mengatakan tidak pernah sama sekali.

Advertisement

"Setahu saya justru sering keluar rumah. Biasanya keluar rumah sebelum Magrib dan pulangnya saya tidak tahu," katanya.

Meski demikian, lanjut dia, pelaku ikut giliran jaga siskamling. "Kalau kerja bakti dan arisan tidak pernah ikut," katanya.

Begitu juga saat ditanya apakah ada barang-barang mencurigakan di dalam rumah pelaku, Suwito mengaku selama ini tidak ada kecurigaan mengenai hal itu.

Hal itu, katanya, karena warga setempat menilai pelaku orangnya biasa-biasa saja.

Hal sama juga dikatakan tetangga lainnya, Prastiyono. Ia mengatakan tidak ada yang mencurigakan dari sosok Tri Murtiono. "Kalau ketemu di jalan ya saling menyapa," katanya.

Bahkan, ia mengaku pernah jaga siskamling sebanyak dua kali dengan pelaku. Pada saat itu, lanjut dia, yang diobrolkan seputar pekerjaan atau lainnya.

"Kita ngobrolnya enak," katanya.

Tri Murtiono (bapak), Tri Ernawati (ibu), MDAM (anak pertama), MDSM (anak kedua) dan AAP (anak ketiga) secara bersamaan meledakkan bom bunuh diri di depan pintu masuk kantor Polrestabes Surabaya, Senin (14/5).

Dari kejadian tersebut, bapak, ibu dan dua anaknya meninggal dunia, sedangkan AAP berhasil diselamatkan petugas Kepolisian.

Baca juga:
Polisi geledah rumah bomber Mapolrestabes Surabaya
JK heran gimana hebatnya cuci otak sampai anak dilibatkan bom bunuh diri
Polisi ungkap identitas pelaku bomber Mapolrestabes Surabaya
Pengusaha: Dampak teror bom pada ekonomi Jawa Timur hanya sementara
Ini kondisi anak pelaku bom Polrestabes Surabaya usai terpental 3 meter

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.