LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

BNPB: 69 Meninggal Dunia Akibat Bencana di Sulawesi Selatan

Masa tanggap darurat dimulai sejak Rabu (23/1) hingga Rabu (6/2) yang dapat diperpanjang berdasarkan kondisi di lapangan.

2019-01-28 21:46:16
Banjir Sulawesi Selatan
Advertisement

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga hari ini korban meninggal dunia akibat banjir, longsor dan puting beliung di Sulawesi Selatan mencapai 69 orang. Sementara tujuh lainnya dilaporkan belum ditemukan.

"Selain itu, tujuh orang hilang, 48 orang luka-luka dan 9.429 orang mengungsi," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho, melalui pesan tertulis di Jakarta, Senin (28/1).

Sutopo mengatakan, banjir, longsor dan puting beliung terjadi di 21 desa di 78 kecamatan yang tersebar di Kabupaten Jeneponto, Maros, Gowa, Kota Makassar, Soppeng, Wajo, Barru, Pangkep, Sidrap, Bantaeng, Takalar, Selayar, dan Kabupaten Sinjai.

Advertisement

Bencana menyebabkan 559 rumah rusak. Meliputi 33 hanyut, 459 rusak berat, 37 rusak sedang, 25 rusak ringan dan 5 tertimbun, 22.156 rumah terendam, 15,8 kilometer jalan terdampak, 13.808 hektare sawah terdampak serta 34 jembatan, dua pasar, 12 fasilitas peribadatan, delapan Fasilitas pemerintah, dan 65 sekolah rusak.

"Guna mempermudah dan mempercepat penanganan bencana Gubernur Sulsel telah menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari," kata Sutopo.

Masa tanggap darurat dimulai sejak Rabu (23/1) hingga Rabu (6/2) yang dapat diperpanjang berdasarkan kondisi di lapangan. "Penetapan status darurat oleh Gubernur untuk mempermudah akses, baik penggunaan anggaran dari alokasi belanja tak terduga di APBD dan penggunaan dana siap pakai di BNPB," katanya.

Advertisement

Status tanggap darurat juga untuk mempermudah akses pengerahan personil, logistik, peralatan, pengadaan barang dan jasa, serta adminsitrasi. "Intinya, agar penanganan dampak bencana dapat dilakukan cepat, tepat dan akurat," ujarnya.

Baca juga:
Kemensos Pastikan Santunan Ahli Waris Korban Banjir Sulsel Segera Disalurkan
Wapres Jusuf Kalla Tinjau Lokasi Banjir di Sulawesi Selatan
Wapres JK Terbang ke Makassar Tinjau Bencana Banjir
Korban Banjir di Makassar Terjangkit Penyakit Kulit, Ispa dan Diare
Update Data Kerusakan dan Sebaran Bencana Alam di Sulsel
Permudah Akses Warga, Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Banjir Gowa
Tim SAR Cari Korban Longsor di Kabupaten Gowa

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.