LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Binatang buas ancaman Andy saat ke Italia lewat India

"Saya siapkan toa, jadi ketika ada hambatan binatang buas, maka saya akan gunakan alat itu untuk menakuti," ujar Andy.

2012-05-30 07:00:00
Aksi Vespa
Advertisement

Menunggangi vespa yang berusia 51 tahun dari Yogyakarta ke Italia dulunya hanya menjadi mimpi buat Andy Leeano (37). Tapi dalam waktu dekat, impian itu akan segera menjadi kenyataan. Pengalaman ini mungkin tak akan pernah terlupakan buat pria berdarah Minang ini.

Andy akan memulai perjalanannya ke negara yang terkenal dengan makanan pizza dan spaghetti itu pada tanggal 1 Juni mendatang. Setelah menyebrang dari Dumai, Riau, Andy akan melintasi Malaysia, Hatyai, Bangkok, Myanmar, Bangladesh, Nepal, India, Pakistan, Iran, Turki, Bulgaria, Serbia, Kroasia, Slovenia, dan tiba lah dia di Italia. Sebenarnya, sebelum memutuskan melintasi daerah India, Andy sempat berencana melintasi daerah China.

"Tapi setelah saya beraudiensi dengan teman-teman, orang-orang Kemenlu, KBRI dan pihak-pihak lainnya, lewat jalur China itu terlalu banyak kendala dan agak susah ketimbang lewat Bangladesh. Makanya saya pilih lewat India," kata Andy saat berbincang dengan merdeka.com, Selasa (29/5).

Dari berbagai masukan rekannya, cuaca menjadi kendala terberat yang harus dihadapi Andy jika melintas lewat China. Cuaca yang tak bersahabat ditakutkan akan membuat kondisi badan dan mesin vespa nya drop.

"Selain itu ternyata di Beijing itu agak susah membawa motor. Kecuali itu motor elektrik atau mobil," katanya.

Dengan segala pertimbangan itu, Andy pun memilih melintas lewat Bangladesh dan India. Meski dia juga menyadari kawasan itu tidak juga terbebas dari hambatan.

"Tantangannya kalau lewat Bangladesh dan India, kan itu kawasan pegunungan jadi banyak binatang buasnya. Sedangkan di Iran dan Turki kawasan padang pasir, yang saya harus waspada adalah badai padang pasir yang sewaktu-waktu bisa timbul, selain itu ada rawan binatang buas juga. Belum lagi ketika memasuki daerah konflik seperti Thailand-Myanmar, India-Pakistan, Tukri-Iran. Tapi saya sudah pelajari itu semua, termasuk masalah cuaca," jelas pria lulusan STM di Bukit Tinggi, Sumatera Barat itu.

Andy pun memberikan tips saat dirinnya harus berhadapan dengan binatang buas. Apa itu?

"Saya sudah siapkan toa, jadi ketika ada hambatan binatang buas, maka saya akan gunakan alat itu untuk menakuti dan sebagai alat meminta bantuan. Karena kita nggak mungkin melawan mereka," tambah Andy.

Agar touringnya kali ini berjalan lancar tanpa hambatan, Andy pun sudah menyiapkan berbagai persiapan termasuk masalah perizinan.

"Saya sudah siapkan semua dari jauh-jauh hari dan itu menggunakan biaya sendiri," tandasnya.

Andy akan memulai perjalanan panjangnya ini pada 1 Juni nanti. Vespa yang akan digunakannya adalah vesta dengan nomor polisi AB 6229 KA berwarna biru telur asin.

Dia akan memilih rute Yogyakarta, Bandung, Jakarta, Sumatera tepatnya Pekanbaru, Dumai dan menyebrang ke Malaka. Dari Malaka Malaysia, perjalanan dilanjutkan ke Thailand, Myanmar, Nepal, Bangladesh, India, Pakistan, Irak, Turki, dan kemudian melanjutkan perjalanan di Eropa untuk berakhir di Italia.(mdk/did)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.