LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Begini Mekanisme Iran Menentukan Pemimpin Tertinggi Baru Pasca Kematian Khamenei

Apakah terdapat nama-nama yang sudah dikenal sebagai kandidat utama untuk posisi pemimpin tertinggi Iran di masa mendatang?

Senin, 02 Mar 2026 16:27:01
iran
Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei saat memimpin salat Idulfitri di Masjid Agung Imam Khomeini di Tehran, Iran pada Senin, 31 Maret 2025. (Dok. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran via (© 2026 Liputan6.com)
Advertisement

Kematian Ayatullah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang telah berkuasa selama hampir 37 tahun, menimbulkan pertanyaan penting mengenai masa depan republik Islam tersebut. Khamenei tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh Israel dan Amerika Serikat (AS) pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Sehari setelah kepergiannya, proses suksesi yang rumit mulai terlihat.

Sesuai dengan ketentuan dalam konstitusi Iran, pada hari Minggu, 1 Maret, pemerintah membentuk sebuah dewan untuk mengambil alih tugas kepemimpinan dan mengelola pemerintahan sementara.

Dewan Kepemimpinan Sementara

Berdasarkan laporan dari Associated Press, sesuai dengan aturan konstitusi, dewan ini terdiri dari Presiden Masoud Pezeshkian, Ketua Mahkamah Agung Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, dan satu anggota Dewan Penjaga (Dewan Garda) yang ditunjuk oleh Dewan Kemaslahatan, yaitu Sheikh Alireza Arafi. Dewan Kemaslahatan berperan dalam memberikan nasihat kepada pemimpin tertinggi dan menyelesaikan konflik antara pemerintah dan parlemen.

Advertisement

Peran Majelis Ulama

Meskipun dewan kepemimpinan sementara bertanggung jawab dalam menjalankan pemerintahan, hukum Iran mengatur bahwa sebuah panel yang terdiri dari 88 ulama, yang dikenal sebagai Majelis Ahli, "harus, sesegera mungkin" memilih pemimpin tertinggi yang baru. Majelis ini sepenuhnya terdiri dari ulama syiah yang dipilih melalui pemilihan umum setiap delapan tahun. Namun, pencalonan mereka harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Dewan Penjaga, lembaga yang mengawasi konstitusi Iran.

Advertisement

Dewan Penjaga sering kali mendiskualifikasi kandidat dalam berbagai pemilihan di Iran, termasuk pemilihan anggota Majelis Ahli. Pada Maret 2024, Dewan Penjaga melarang mantan Presiden Iran, Hassan Rouhani, yang dikenal sebagai tokoh yang relatif moderat dan memimpin pemerintahan yang menandatangani kesepakatan nuklir 2015 dengan negara-negara besar, untuk mencalonkan diri dalam pemilihan Majelis Ahli.

Putra Khamenei Menjadi Perhatian Publik

Proses pembahasan dan strategi terkait suksesi berlangsung secara tertutup, sehingga sulit untuk menentukan siapa yang akan menjadi kandidat terkuat pengganti Khamenei. Sebelumnya, muncul spekulasi bahwa presiden garis keras Ebrahim Raisi, yang merupakan murid politik Khamenei, memiliki peluang untuk menggantikan posisi tersebut.

Namun, Raisi meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter pada Mei 2024. Kejadian ini membuat salah satu putra Khamenei, Mojtaba, yang berusia 56 tahun dan merupakan seorang ulama syiah, diangkat sebagai kandidat potensial. Meskipun demikian, Mojtaba belum pernah menjabat dalam pemerintahan sebelumnya.

Potensi terjadinya peralihan kepemimpinan dari ayah kepada anak dapat memicu kemarahan, baik dari masyarakat Iran yang telah lama mengkritik sistem pemerintahan ulama, maupun dari sebagian pendukung sistem itu sendiri. Banyak kalangan yang mungkin melihat langkah tersebut sebagai tindakan yang tidak sejalan dengan prinsip Islam dan menyerupai praktik pewarisan kekuasaan dalam satu keluarga. Pola ini sebenarnya ditolak dalam Revolusi Islam 1979, ketika rakyat Iran berhasil menggulingkan pemerintahan monarki Shah Mohammad Reza Pahlavi yang didukung oleh Amerika Serikat.

Sistem Teokrasi

Sejak Revolusi Islam yang terjadi pada tahun 1979, hanya sekali terjadi pergantian kekuasaan di posisi pemimpin tertinggi Iran. Pada tahun 1989, Ayatullah Ruhollah Khomeini meninggal dunia dalam usia 86 tahun. Ia merupakan tokoh kunci dalam revolusi dan memimpin Iran selama perang delapan tahun melawan Irak. Pergantian kekuasaan ini berlangsung setelah Israel melancarkan serangan selama 12 hari terhadap Iran pada bulan Juni 2025.

Kekuasaan yang Sangat Besar

Pemimpin tertinggi memiliki posisi sentral dalam sistem teokrasi Syiah Iran yang rumit dan berwenang dalam semua urusan negara. Selain itu, pemimpin tertinggi juga berfungsi sebagai panglima militer Iran dan memimpin Garda Revolusi, yang merupakan pasukan paramiliter yang pada tahun 2019 dinyatakan oleh AS sebagai organisasi teroris.

Selama kepemimpinannya, Khamenei semakin memperkuat peran Garda Revolusi. Garda Revolusi memimpin apa yang dikenal sebagai "Poros Perlawanan", yaitu jaringan kelompok militan dan sekutu Iran di berbagai kawasan Timur Tengah yang berupaya melawan pengaruh AS dan Israel.

Advertisement

Selain memiliki kekuatan politik dan militer, Garda Revolusi juga menguasai kekayaan serta bisnis yang luas di dalam negeri Iran. Dengan dimulainya proses suksesi ini, perhatian dunia kini tertuju pada cara Majelis Ahli akan memilih pemimpin tertinggi yang baru dan bagaimana perubahan ini akan memengaruhi stabilitas politik Iran di masa depan.

Berita Terbaru
  • Produsen Skuter Listrik China Ekspansi ke Indonesia, Bidik Pasar Mobilitas Perkotaan
  • Nonton Timnas Indonesia di FIFA Matchday: Indonesia vs Mozambik Sore Ini di Vidio
  • Nasdem Semsel Tegaskan Bupati Muara Enim Terjaring OTT KPK Bukan Kader, Hanya Diusung saat Pilkada
  • PBB Butuh Rp5,97 Triliun untuk Tangani Krisis di Lebanon
  • DW dan Vidio Hadirkan The Scene, Serial yang Soroti Tren dan Realita Generasi Muda Asia Tenggara
  • ali khamenei
  • berita update
  • iran
  • konten ai
Artikel ini ditulis oleh
Editor Pandasurya Wijaya
K
Reporter Khairisa Ferida
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.