APPI Imbau Masyarakat Bedakan Eksistensi dan Kesehatan Saat Olahraga
Jelang masa transisi ke tatanan norma baru, Pemprov DKI Jakarta sudah membuka fasilitas umum, tidak terkecuali Gelora Bung Karno (GBK) serta hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day. APPI imbau agar masyarakat yang berolahraga tetap menjaga protokol kesehatan.
Jelang masa transisi ke tatanan norma baru, Pemprov DKI Jakarta sudah membuka fasilitas umum, tidak terkecuali Gelora Bung Karno (GBK) serta hari bebas kendaraan bermotor atau Car Free Day. perwakilan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI), Ponaryo Astaman imbau agar masyarakat yang berolahraga tetap menjaga protokol kesehatan.
Dia juga menjelaskan lebih baik melakukan olahraga di rumah. Ponaryo mengatakan masyarakat harus membedakan antara kesehatan dan eksistensi.
"Protokol harus dijalankan. Kalau memang masih bisa olahraga dilakukan di rumah, kan kepentingan eksistensi dan kesehatan itu beda," ungkap Ponaryo saat berbicang dengan tema 'olahraga yang tertunda' dalam siaran teleconference di BNPB, Jakarta Pusat, Minggu (21/6).
Dia mengatakan jangan sampai hanya untuk kepentingan eksistensi saja malah nantinya terserang Covid-19. Sebab itu, olahraga dan kesehatan tergantung pada diri sendiri.
"Jangan hanya ingin eksis, kita berolahraga di tempat yang ramai berpotensi berpotensi atau kesempatan terserang Covid-19. Kalau memang ingin olahraga, tergantung pada kita semua," kata Ponaryo.
Sebab itu, kata dia masyarakat harus jaga jarak jika ingin berolahraga di luar rumah. Dan tetap menjaga protokol kesehatan.
"Publik harus berjaga jarak, protokol kesehatan," kata Ponaryo.
Baca juga:
Atlet Badminton Jojo Imbau Masyarakat Tetap Olahraga di Rumah
Suasana CFD Hari Pertama di Tengah Pandemi
7 Jenis Olahraga yang Cocok bagi Ibu Hamil, Jaga Tubuh Tetap Bugar
3 Jenis Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga, Mampu Tingkatkan Otot
Cara Pusat Kebugaran di Meksiko Terapkan Social Distancing
Ini Jumlah Olahraga yang Dibutuhkan untuk Kompensasi Konsumsi 3 Sendok Gula