Aktivis Papua tak percaya Mako Tabuni melawan polisi
Polisi mengklaim menembak mati Mako Tabuni karena melawan saat akan ditangkap.
Polisi menembak mati Mako Tabuni karena melawan saat akan ditangkap. Koordinator Komite Nasional Papua Barat itu diduga polisi menjadi pelaku di balik beberapa penembakan warga sipil di Jayapura.
Menanggapi hal itu, Natalis Pigay dari Intelektual Muda Papua menilai kematian Mako Tabuni tidak wajar. "Saya orang Papua, dari pedagang orang Makasar saja bilang begitu. Padahal Mako Tabuni tidak melakukan perlawanan, penembakan tidak boleh harus lewat pengadilan itu menimbulkan ketidakpercayaan" tegas Natalis Pigay dalam diskusi bertema 'Papua yang Tak Kunjung Reda,' di Cikini, Jakarta, Sabtu (16/6).
Sementara itu, Asisten Deputi I Koordinator Otonomi Khusus Kemenko Polhukam, Brigjen TNI Sumardi mempercayai versi polisi yang menyatakan Mako ditembak karena melawan. Meski demikian, Sumardi menyesalkan Mako ditembak hingga tewas.
"Mungkin ada dinamika situasi, namun menembak secara tidak profesional mengapa polisi menembak sampai mati. Tapi yang tahu penembak itu" kata dia.
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq mengatakan, siapapun yang tewas tentunya menimbulkan reaksi di masyarakat Papua. "Ketidakjelasan informasi sesuai dengan kepentingannya. Kita enggak bisa mengklaim yang benar," kata dia.(mdk/dan)