Ada duit Bakrie di balik maaf Suwandi?
Usai jalan kaki Porong-Jakarta selama 25 hari, mendadak Suwandi menangis tersedu-sedu dan meminta maaf pada Ical.
Lumpur di sekujur tubuh Hari Suwandi sudah mengering ketika dia berteriak-teriak di depan Wisma Bakrie, dua pekan silam. Di bawah sengatan matahari, korban lumpur Lapindo itu tetap lantang mengecam sikap Aburizal Bakrie, pemilik gedung perkantoran di Jalan Rasuna Said, Jakata, tersebut.
"Selesaikan dulu semua permasalahan sebelum mencalonkan diri jadi presiden," cetus Suwandi saat itu.
Permasalahan yang dimaksud Suwandi tak lain adalah pembayaran aset korban lumpur yang masih belum tuntas dilakukan PT Minarak Lapindo Jaya, perusahaan milik Bakrie, hingga kini. Persoalan ini pula yang sebelumnya mendorong Suwandi melakukan aksi jalan kaki Porong-Jakarta selama 25 hari.
Namun, semua keadaan berubah, setelah ia berbalik arah meminta maaf kepada Bakrie. Dalam sebuah acara wawancara di tvOne, Suwandi juga mengaku menyesal karena selama ini terus mengolok-olok dan memojokkan keluarga Bakrie.
"Saya mohon maaf dan saya percaya keluarga Bakrie bisa menyelesaikan permasalahan di Sidoarjo," kata Suwandi lewat stasiun televisi milik Bakrie itu.
Permintaan maaf lewat layar kaca itu sontak mengagetkan para korban Lumpur yang menunggu buah perjuangan Suwandi di Jakarta. "Malam itu juga, pikiranku kalut," kata Paring Waluyo Utomo, relawan yang selama ini mendampingi para korban lumpur, termasuk Suwandi.
Kekalutan Paring semakin menjadi-jadi ketika ia mendapat informasi dari seorang rekan bahwa ada duit Bakrie di balik permintaan maaf Suwandi. Jumlahnya pun tak bisa dibilang sedikit: Rp 5 juta/bulan.
Informasi yang didapat Paring juga bukan sembarangan karena berasal dari F, korban lumpur yang menemani Suwandi ke Jakarta, meski akhirnya ditinggalkan si pejalan kaki.
"HS keceplosan omong ke F. F menyatakan kepadaku 'HS dijanjikan tunjangan bulanan Mas, katanya Rp 5 juta per bulan'," kata Paring lewat tulisan yang ia posting di grup Facebook 'Dukungan Hari Suwandi, Jalan Kaki Porong-Jakarta'.
Namun, hal ini cepat dibantah oleh keluarga Bakrie. Lewat juru bicara Lalu Mara Satriawangsa, keluarga pengusaha itu menyebut informasi soal 'gaji' Rp 5 juta/bulan itu hanya fitnah.
"Itu fitnah, nggak ada urusannya itu, nggak ada urusan," kata Lalu Mara.
Namun, Paring tetap yakin atas informasi tersebut. Terlebih, Paring punya rekam jejak Suwandi yang tak seidealis aksi jalan kakinya sepanjang 800 km lebih. Dia menyebutkan, Suwandi pernah membelot dari perjuangan ketika menjadi koordinator Geppres (Gerakan Korban Lapindo Pendukung Peraturan Presiden No 14 tahun 2007).
Disebutkan Paring, Suwandi pernah termakan lobi PT Minarak Lapindo Jaya, setelah perusahaan itu memutuskan mekanisme angsuran untuk membayar 80 persen sisa aset korban Lapindo. Padahal, tuntutan Geppres sejak awal adalah pembayaran tunai.
"Inilah momen awal, di mana Hari Suwandi mulai tidak dipercaya oleh warga korban Lapindo," ujar Paring.
Kini Paring hanya bisa mengelus dada. Suwandi yang pernah meminta dukungan kepadanya untuk berjalan kaki akhirnya kembali mengkhianati. Namun, Suwandi tak mau kalah. Dalam jumpa pers sehari setelah permintaan maaf di tvOne, Suwandi justru menyebut ada pihak yang mengkhinati yang telah mengkhianati perjuangannya.
"Aksi saya ternyata ditunggangi oleh pihak terkait untuk kepentingan politis, sementara saya tidak mau masalah politis masuk dalam perjuangan saya," kata Suwandi dalam jumpa pers di sebuah restoran di Jakarta, Kamis (26/7).
Ical, sapaan Aburizal, pernah menanggapi soal aksi jalan kaki Suwandi. Saat pria asal Tanggulangin, Sidoarjo, itu memulai aksi jalan kakinya pada Juni lalu, Ical cuma bilang "Selamat berjalan."
Kini, setelah Suwandi minta maaf kepadanya, calon presiden dari Golkar itu mengatakan, "Ini hikmah bulan Ramadan."(mdk/lia)