LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

Ada ancam mengancam di rapat gabungan DPR, Polri dan Jaksa Agung

"Silakan mengancam, Pak. Saya tidak takut diancam," balas Arteria.

2015-06-25 17:25:02
DPR
Advertisement

Rapat gabungan DPR, Polri dan Jaksa Agung, Kamis (25/6) membahas persiapan pilkada diwarnai kejadian lucu. Kejadian bermula saat Arteria Dahlan dari fraksi PDIP mempertanyakan kesiapan Polri dalam menangani masalah pilkada.

"Tadi bapak sebut pengamanan, tapi yang penting itu keamanannya Pak. Bapak tidak menampilkan di sini bagaimana potensi konfliknya seperti apa, kerawanannya seperti apa, latar sosial budayanya apakah diperhitungkan? Itu seharusnya yang bapak tampilkan di sini," ujar Arteria dengan berapi-api.

Begitu semangatnya Arteria menampilkan hal-hal yang perlu diantisipasi Polri, tiba-tiba seorang anggota dewan bergurau dan mengatakan jangan mengancam nanti diancam oleh Azis Syamsudin. Arteria pun membalasnya.

"Silakan mengancam, Pak. Saya tidak takut diancam," balas Arteria. Hal ini pun mengundang semua peserta sidang tertawa.

Sebagai pemimpin sidang, Fahri Hamzah pun angkat bicara. Kata dia, ada baiknya semua temuan Arteria diberikan secara langsung kepada Polri agar dipelajari. Tentu saja, Fahri menyiggung jika hal itu merupakan suatu temuan yang baik.

"Nanti serahkan ke Polri yang lainnya. Ini hebat ada anggota DPR observasinya lebih dari Polri, partai pemerintah lagi," ujar Fahri dari kursi pimpinan.

Akan tetapi, sindiran Fahri rupanya gurauan semata. Di sisi lain ia meminta apa yang dikatakan Arteria perlu ditanggapi secara serius.

"DPR, MPR punya untuk tugas investigasi. Namun apa yang disampaikan saudara Arteria perlu ditanggapi secara serius," tegas Fahri.

Baca juga:
DPR ultimatum KPU jelaskan temuan BPK, atau dibawa ke ranah hukum
Benarkah Setya Novanto, orang pertama kali pengusul dana aspirasi?
Tak patuhi hasil rapat, Menpora ditolak rapat dengan Komisi X DPR
Tiru Mahakam, DPR minta blok migas habis kontrak dinasionalisasi

(mdk/rnd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.