8 Bulan menikah, Peri Roro istri Ibnu Kodok melahirkan bayi kembar
Kedua anaknya itu diberi nama Joko Samudero dan Sri Parwati.
8 Bulan berlalu, pernikahan antara Bagus Kodok Ibnu Sukodok dengan Peri Roro Setyowati memasuki cerita baru. Bagus Kodok mengaku bahwa Senin lalu, istrinya telah melahirkan dua bayi kembar berjenis kelamin laki-laki dan perempuan.
"Benar mas melahirkan bayi kembar dampit. Lahirnya Senin lalu," ujar Bagus Kodok Ibnu Sukodok saat dihubungi merdeka.com, Minggu (7/6).
Proses kelahiran bayi kembar tersebut digelar secara art happening (seni kejadian) di kawasan hutan Desa Begal, Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, Jawa Timur pada Sabtu (6/6) kemarin. Acara tersebut diberi judul 'Danyang Setyowati Sukodok Membangun Rumah'.
Menurut Ibnu Sukodok, proses kehamilan dan lahiran istrinya tidak sama dengan manusia. Masa hamilnya juga lebih singkat tidak 9 bulan. Kedua anaknya itu diberi nama Joko Samudero dan Sri Parwati.
"Lahirnya dari embusan napas. Joko Samudera itu artinya samudera yang luas dan Sri Parwati itu seperti dewi kesuburan, maknanya seperti tanah adan air," ujarnya.
Menurutnya, kelahiran anaknya adalah sebagai bentuk kritik terhadap kondisi saat ini. Di mana air bersih harus membeli begitu juga untuk mendapatkan padi yang bersumber dari tanah.
Sebelumnya, pernikahan antara Bagus Kodok dan Peri Setyowati yang digelar pada 8 Oktober 2014 lalu dilakukan dengan adat Jawa lengkap dengan segala prosesinya. Pernikahan yang dikemas dari seni kejadian atau happening art ini juga membetot perhatian ribuan warga yang ingin menyaksikan. Namun banyak warga yang kecewa karena tidak bisa melihat mempelai wanita.
Pernikahan itu sendiri dilangsungkan di rumah seniman asal Ngawi, Brahmantyo di Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, Ngawi. Menurut Brahmantyo, awal pertemuan Bagus Kodok dan Peri Roro terjadi sekitar lima tahun lalu. Keduanya bertemu di Alas (hutan) Ketonggo.
"Dalam sebuah kunjungan ke Alas Ketonggo di daerah Paron, Ngawi, Bagus Kodok buang air besar di sungai dan ditegur oleh Peri Setyowati," ujar Brahmantyo kepada merdeka.com, Kamis (9/10/2014).
Dari komunikasi itu kata Brahmantyo, terjalin sebuah hubungan yang berkembang menjadi rasa saling mencintai. Meski berbeda alam, kedua kekasih memiliki perhatian dan keprihatinan serta kecintaan yang sama pada alam raya dan budaya manusia, khususnya pada lingkungan tanah Jawa.
"Perkawinan antara Bagus Kodok dengan Peri Setyowati bukan mengada-ada, melainkan merupakan sebuah peristiwa di dalam kisah cinta, yang dimulai beberapa tahun yang lalu," tuturnya.
Baca juga:
Usai nikah, Sukodok hanya seminggu sekali bertemu Peri Setyowati
Misteri pernikahan Bagus Kodok-Peri Setyowati yang bikin geger
Kontroversi pernikahan Bagus Kodok dengan Peri Setyowati
Pernikahan Bagus Kodok dan Peri Setyowati tak terdaftar di KUA
Sebelum menikah, Peri Setyowati didandani dengan kemenyan & madu
Warga sebut pernikahan Bagus Kodok dan peri cuma cari sensasi
Bertemu di Alas Ketonggo, Bagus Kodok nikahi Peri Setyowati