4 Fakta atlet Bandung dan Lampung raih medali Olimpiade Brazil
Sri Wahyuni dan Eko Yuli berhasil mengharumkan nama Indonesia di Olimpiade 2016 Brazil.
Indonesia menorehkan prestasi di cabang angkat besi Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brazil. Dua atlet angkat besi asal Bandung Sri Wahyuni dan atlet asal Lampung Eko Yuli Irawan berhasil meraih mendali perak. Dalam pertandingan angkat besi putri kelas 48 kg, Sri Wahyuni mencatat total angkat 192 kg, sementara medali emas diraih lifter Thailand Tanasan Sopita yang membukukan angkatan 200 kg. Sri berhasil mengalahkan Miyake Hiromi. Atlet asal Jepang ini mendapat angkatan total 188 kg dan memperoleh medali perunggu. Torehan prestasi Sri Wahyuni di Olimpiade 2016 memiliki arti tersendiri. Kebahagiaan mojang Bandung ini semakin lengkap lantaran sebentar lagi dia berulang tahun yang ke-22. Eko dalam pertandingan di Pavilion 2 kompleks olahraga Riocentro mencatat angkatan total 312 kilogram, hasil dari snatch 142 kg dan clean and jerk 170 kg. Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan memiliki cara yang khas untuk mengenal panggung tempat pertandingan cabang angkat besi Olimpiade ke-31, di Paviliun 2 kompleks olahraga Riocentro, Rio de Janeiro, Brazil.
Sri memperoleh mendali perak di angkat besi putri kelas 48 kg. Sementara Eko mendapat medali perak pada cabang angkat besi kelas 62 kg.
Kedua atlet ini kebanjiran janji bonus dari sejumlah pihak. yaitu dari Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi yang sebelumnya menjanjikan bonus Rp 2 miliar kepada atlet yang berhasil meraih medali perak, juga tunjangan masa depan sebesar Rp 15 juta per bulan.
Selain itu, janji bonus juga datang dari Pengurus Besar Persatuan Angkat Besi, Angkat Berat, dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI). Ketua Umum Rosan P. Roeslani menjanjikan akan memberikan hadiah berupa rumah.
"Kalau hadiahnya berupa rumah, kan ada kenangannya nanti," katanya.
Berikut fakta-fakta perjuangan dua atlet tersebut hingga akhirnya berhasil meraih medali:Sri Wahyuni mengalahkan atlet Jepang
Wahyuni yang bobot badannya lebih ringan dari Tanasan, mencoba angkatan clean and jerk terakhir 115 kg untuk bisa meraih emas, namun gagal sehingga harus puas dengan medali perak.
"Sri Wahyuni memang banyak kemajuan, khususnya setelah kita berlatih di Afrika Selatan bulan lalu," kata manajer tim angkat besi Indonesia Alamsyah Wijaya.Hadiah ulang tahun Sri Wahyuni ke-22
"Saya senang bisa meraih perak jelang ulang tahun saya," kata atlet kelahiran Bandung, 13 Agustus 1994 itu.
Rio de Janeiro 2016 merupakan Olimpiade pertama yang diikutinya, namun sebelum tampil di ajang paling bergengsi tersebut. Dia sudah mencatat sejumlah prestasi, di antaranya medali perak Asian Games 2014, emas SEA Games 2013 serta juara di sejumlah turnamen tingkat internasional.Eko sempat gagal angkat 146 kg di kesempatan ketiga
Eko yang pada Olimpiade London 2016 mendapat perunggu itu, sempat mencoba 146 kg pada kesempatan kedua dan ketiga namun gagal.
Persaingan keras terjadi antara Eko dengan lifter Kolombia Figueroa Mosquera yang bobot tubuhnya lebih ringan.
Mosquera meraih emas dengan angkatan total 318 kg, sedangkan perunggu untuk lifter Kazakhstan Farkhad Kharky dengan angkatan 305 kg.
Pertandingan kelas 62 kg putra tersebut diwarnai dengan tersisihnya lifter China pemegang rekor dunia clean and jerk Chen Lijun.
Lifter China yang sempat difavoritkan tersebut mengalami cedera kaki kanan ketika mencoba angkatan snatch 143 kilogram.Eko pelajari arena panggung sebelum tampil
Caranya adalah datang di saat pertandingan resmi rekannya pada kelas lain, kemudian di tengah hiruk-pikuk di stadion usai pengalungan medali pemenang dan saat para juara diwawancarai wartawan, kemudian diam-diam naik ke panggung pertandingan itu.
Seperti ketika pertandingan kelas 48 kilogram putri yang dimenangi rekannya Sri Wahyuni, Sabtu lalu, Eko memanfaatkan waktu singkat untuk naik panggung, saat arena di bawah panggung sedang ramai oleh para delegasi yang merayakan kemenangan atletnya dan juga banyaknya wartawan yang mewawancarai para juara.
Ia tidak mungkin lama-lama di panggung karena petugas bakal mengusirnya.
"Sudah dapat titik-titiknya," kata Eko yang Senin petang (Selasa pagi WIB) akan tampil pada pertandingan kelas 62 putra. Demikian tulis Antara.
Yang dimaksud Eko adalah, titik-titik di panggung yang akan dia pijak saat pertandingan resmi.
"Setidaknya saya tahu bagaimana situasinya nanti, apa yang akan saya lihat nanti saat bertanding, dan seperti apa sorotan lampu-lampu di panggung," kata peraih perunggu Olimpiade London 2012 itu.