LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

3,5 Jam diguyur hujan deras, Samarinda dikepung banjir

"Aneh, tidak pernah seperti ini sebelumnya," kata Nurvita, warga Jalan Dr Soetomo.

2016-04-13 22:07:15
Banjir
Advertisement

Hujan deras mengguyur kota Samarinda, Kalimantan Timur, Rabu (13/4) lebih dari 3 jam, sejak pukul 17.00 WITA. Tidak sedikit kawasan dikepung banjir, termasuk kawasan RSUD AW Syachranie, Samarinda. Bahkan, hujan lagi-lagi melumpuhkan akses jalan trans Kalimantan Timur, dari Bontang ke Samarinda maupun arah sebaliknya.

Penelusuran merdeka.com, kawasan terendam banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga 50 cm antara lain di Jalan Gunung Merbabu, kawasan simpang empat pusat perbelanjaan Mall Lembuswana hingga kawasan simpang empat Jalan Basuki Rahmad-Jalan KH Agus Salim.

Selain itu juga, banjir merendam Jalan Gerilya, simpang empat Jalan KH Wahid Hasyim, Jalan Pahlawan depan hotel Neo Tepian, Jalan DI Panjaitan serta di Jalan Mugirejo. Selain memang kawasan banjir, kawasan titik banjir baru terus saja bermunculan.

"Jalan Pahlawan ini (depan hotel Neo Tepian), banjir dalam. Aneh, tidak pernah seperti ini sebelumnya," kata Nurvita, warga Jalan Dr Soetomo, kepada merdeka.com, Rabu (13/4) malam.

Banjir parah juga merendam akses jalan trans Kaltim dari Samarinda menuju Bontang dan sebaliknya, akibat akses jalan di Jalan DI Panjaitan, Samarinda Utara, terendam hingga 50 cm. Banjir bertahun-tahun ini, tidak kunjung tertangani pemerintah. Akibatnya, akses pun terhenti total, tidak bisa dilalui kendaraan kecil hingga sedang.

"Kalau banjir terus begini, bagaimana nanti akses ke Bandara Samarinda Baru di Sungai Siring nanti kalau sudah selesai dibangun dan digunakan? Kan ini jalan satu-satunya? Terpikir tidak ya oleh pemerintah?" ungkap warga Jalan DI Panjaitan, Purwanto, ditemui terpisah.

Banjir juga merendam sebagian kawasan RSUD Abdul Wahab Syachranie, nyaris masuk ke ruang perawatan pasien. Meski hujan sudah mereda sejak pukul 20.30 WITA, namun kawasan simpang empat Voorvo, tak kunjung surut dengan cepat.

Persoalan banjir, memang menjadi persoalan pelik kota ini. Betapa tidak, maraknya pembukaan lahan, diperparah dengan buruknya drainase, membuat warga terus dihantui banjir tak kunjung beres.

"Tidak bisa memang menghilangkan banjir. Tapi pemerintah seharusnya bisa meminimalisir. Ini malah tidak, titik banjir baru terus bermunculan, kupas lahan sana sini, drainase dangkal, ya hujan sebentar banjir parah," kesal Novianto.

Kawasan banjir lain terpantau di bawah flyover Air Hitam, Jalan Pangeran Antasari, Jalan RE Martadinata, serta di Jalan Pangeran Suryanata.

Baca juga:
Aksi nekat pemuda di Yaman evakuasi mobil terendam banjir
Ratusan ayam mati akibat banjir, peternak di Blitar merugi
Banjir setinggi 2 meter, ratusan warga di Bengkulu mengungsi
Cegah banjir, Pemkot Depok keruk Setu Pengarengan
Banjir setinggi 2 meter di Bengkulu, puluhan rumah rusak parah

(mdk/ren)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.