Ternyata ini latar belakang terjadinya perang Aceh melawan Belanda
Perang ini dilakukan dalam perjuangan untuk melawan kezaliman penjajahan Belanda di tahun 1873 sampai 1912.
Aceh atau Serambi Mekkah adalah salah satu kota damai yang ada di Sumatera. Namun, tahukah kamu kalau Aceh pernah mengalami yang namanya Perang Aceh? Perang ini dilakukan dalam perjuangan untuk melawan kezaliman penjajahan Belanda di tahun 1873 sampai 1912. Lalu, apa yang menjadi latar belakang terjadinya perang aceh ini?
Dulu, Aceh adalah salah satu pusat perdagangan yang sangat strategis. Daerahnya luas dan punya hasil yang penting seperti lada, hasil tambang dan hasil hutan. Untuk mewujudkan Pax Neerlandica, Belanda punya ambisi yang sangat kuat untuk bisa menguasai Aceh. Di sisi lain, orang-orang asli Aceh dan para Sultan tetap ingin mempertahankan kedaulatan yang dimiliki oleh Aceh.
Semangat dan tindakan yang dilakukan oleh sultan dan rakyatnya itu memang sudah secara resmi didukung dan dibenarkan oleh Traktat London yang dilakukan di tanggal 17 Maret 1824. Traktat London adalah sebuah kesepakatan yang diadakan diantara Inggris dan Belanda yang berisi tentang Belanda yang sudah mendapatkan tanah jajahannya di Nusantara, maka nggak boleh mengganggu kedaulatan yang dimiliki Aceh.
Dengan traktat London itu, Belanda sudah mulai merasakan bahwa itu adalah sebuah kendala. Namun, secara geografis politis, Belanda merasa diuntungkan karena kekuatan Inggris sudah nggak lagi sebagai sebuah kendala dan Belanda sudah mulai mendekati wilayah Aceh. Apalagi di tahun 1825, Inggris sudah menyerahkan wilayah Sibolga dan Natal ke pihak Belanda. Dengan itu, Belanda berhadapan langsung dengan wilayah kesultanan Aceh. Belanda mulai melakukan strategi dan rencana jahat yang sudah disusunnya untuk menimbulkan kekacauan di wilayah Aceh.
Nah, itulah yang menjadi latar belakang timbulnya Perang Aceh yang terjadi selama 39 tahun ini.