Yamaha: orang Indonesia lekas bosan
Yamaha Indonesia menawarkan Fino yang juga edisi limited edition dengan grafis Indonesian ethnic style.
Selepas meluncurkan model off-road X-Ride memang terbilang baru di pasar skutik, kini Yamaha Indonesia menawarkan Fino yang juga edisi limited edition dengan grafis Indonesian ethnic style. Dalam kurun 10 tahun, dengan demikian Yamaha sudah banyak menawarkan model dengan mesin berkapasitas sama, tetapi dengan tampilan berbeda plus beberapa fitur baru.
Dyonisius Beti, Wakil Presiden Yamaha Indonesia, beralasan bahwa ini diberikan karena orang Indonesia lekas bosan. "Kita tahu, orang Indonesia itu cepat bosan ya. Walau dengan produk yang sama terus-menerus, dan bilang puas, dia pasti mau punya juga yang lain," ungkapnya.
"Dalam 10 tahun ini, misalnya pertama beli Mio. Lalu tahun ke-2 dan ke-3 beli Mio. Sudah punya dua Mio di rumah, masa tahun berikutnya beli Mio lagi. Nah, ini yang menjadi salah satu faktor bahwa Yamaha perlu berubah."
Lebih jauh ia menyebut bahwa Mio sebagai produk yang awalnya merupakan skutik bagi pengendara wanita kini tidak sekadar menjadi nama produk, tetapi payung bagi sekian model.
"Mio ini bukan lagi cuma nama produk, tapi menjadi umbrella dari produk-produk. Dalam perubahan ini, mulai dari 2012 kita mulai keluar varian-varian Mio. Ada Mio J, ada Mio J Teen, ada Mio Soul GT, ada yang muscle, Mio Fino, dst. Jadi kita perlu refresh," tambahnya.
Artikel Terkait
Uang Muka Naik, Yamaha Hentikan Produksi Fino dan Xeon
Pesta Mio Fino Berlanjut di Jakarta
Yamaha Mio Fino 'Retro', Optimis Rebut Pasar Skutik
Yamaha Siap dengan Skutik Fino Velg Jari-jari
(kpl/why/rd)
(mdk/otosia)