Yamaha Fino edisi Dayak, why not?
Yamaha Indonesia memperkenalkan produk terbatas Yamaha Fino Batik edisi 'I Love Indonesia'.
Yamaha Indonesia memperkenalkan produk terbatas Yamaha Fino Batik edisi 'I Love Indonesia'. Ia hadir dengan tampilan motif sulur yang biasanya terdapat pada barang kerajinan Tanah Jawa, seperti batik, gamelan, kebaya, mahkota, ukiran.
Sebuah usul lantas mengemuka, mengapa Yamaha Indonesia tidak terpikir untuk memperluas adaptasi motif ke ragam budaya Indonesia yang lain sehingga muncul edisi Fino bergaya Bali, atau Sumatera, bahkan Yamaha bergaya Kalimantan dengan aksen budaya khas Suku Dayak.
"Kalau budaya Indonesia itu begitu luas. Nanti Papua bagaimana, Bali bagaimana. Bukan hanya Jawa ya. Nanti Sumatera bagaimana. Budaya Melayu dsb. Saya pikir, why not. Kenapa tidak kita membuat seperti itu," ungkap Dyonisius Beti, Wakil Presiden PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), tentang motor bergaya klasik yang dibanderol Rp 13,6 juta on the road Jakarta ini.
Dyon lantas memuji usulan tersebut yang lebih jauh bisa mengentalkan rasa nasionalisme. "Bagus. Saya pikir ini kita mulai bergerak, motif Indonesia secara nasionalisme tadi sudah disampaikan bahwa seluruh ini bukan hanya di Jawa sebenarnya, tapi di mana-mana," ungkapnya.
Yamaha Indonesia sendiri mengakui hanya menelurkan 6.000 Fino batik ini. Dengan tampilan baru, spesifikasi mesinnya tetap sama dengan pendahulunya, yakni dengan mesin 4-langkah, 2 valve, SOHC, berpendingin kipas dan berkapasitas 113 cc, dengan dukungan transmisi CVT dan menyalurkan tenaga 8,35 PS di putaran 8.000 rpm dengan torsi puncak mencapai 7,84 Nm di 7.000 rpm.
Artikel Terkait
Yamaha Mio Fino 'Retro', Optimis Rebut Pasar Skutik
Yamaha Mio Fino Mulai Dipasarkan
Pesta Mio Fino Berlanjut di Jakarta
Uang Muka Naik, Yamaha Hentikan Produksi Fino dan Xeon
(kpl/nzr/rd)
(mdk/otosia)