Amerika Serikat Masukkan BYD dan Nio ke Daftar Hitam
Departemen Pertahanan AS memasukkan sejumlah produsen kendaraan listrik, baterai, dan perusahaan teknologi dari China ke dalam daftar hitam.
Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) telah menambahkan sejumlah produsen kendaraan listrik, baterai, serta perusahaan teknologi dari China ke dalam daftar hitam yang berhubungan dengan militer. Tiga perusahaan yang dimaksud adalah BYD, Nio, dan CALB. Selain itu, berdasarkan laporan dari Carnewschina pada Selasa (9/6/2026), daftar hitam yang diperbarui, yaitu 126OH, juga mencakup Alibaba, Baidu, serta produsen baterai EVE Energy. Tak hanya itu, produsen lidar seperti Hesai dan Robosense yang didukung oleh BYD, serta perusahaan seperti WuXi Apptec, TP-Link, dan startup robotika Unitree juga terdaftar.
Departemen Pertahanan juga telah menghapus beberapa entitas dari daftar sebelumnya, termasuk CNOOC China Ltd dan CNOOC International Trading, yang keduanya berhubungan dengan China National Offshore Oil Corporation. Meskipun langkah yang diambil oleh Pentagon ini tidak secara otomatis memberlakukan sanksi, hal ini berpotensi membatasi pengadaan pemerintah AS di masa mendatang. Selain itu, dapat menyulitkan perusahaan dalam melakukan bisnis dengan mitra AS, terutama di sektor yang berhubungan dengan rantai pasokan pertahanan, pasar modal, dan kontrak pemerintah.
Perusahaan yang terdaftar dalam daftar hitam memiliki kesempatan untuk mengajukan permohonan kepada Pentagon agar dihapus dari daftar tersebut. Pentagon sendiri telah menyatakan bahwa BYD memiliki afiliasi langsung dan tidak langsung dengan Komisi Pengawasan dan Administrasi Aset Milik Negara China (SASAC), serta secara tidak langsung terkait dengan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT). Sementara itu, untuk Nio, Pentagon menyebutkan bahwa produsen kendaraan listrik ini juga memiliki afiliasi langsung dan tidak langsung dengan SASAC, serta dianggap sebagai kontributor dalam fusi militer-sipil karena keterkaitannya dengan MIIT.
Rahasia Great Han Terbongkar, Lebih dari Sekadar Mobil Listrik
BYD kembali memperluas lini kendaraan premiumnya dengan meluncurkan sedan flagship terbaru yang sementara dikenal sebagai Great Han atau Han 9. Pabrikan asal Tiongkok ini juga telah merilis foto resmi dari model baru yang bertenaga baterai tersebut.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Carnewschina, Great Han memiliki desain dengan proporsi bodi yang lebih panjang. Jarak sumbu roda yang diperpanjang bertujuan untuk memberikan ruang kabin yang lebih luas. Siluet sampingnya terlihat elegan berkat garis atap yang melandai dari pilar B hingga bagian belakang, menciptakan kesan fastback yang modern.
Di bagian depan, mobil ini mengadopsi bahasa desain yang terinspirasi dari Han L. Sementara itu, lampu belakang yang membentang di bagian buritan semakin memperkuat identitas premium dari kendaraan ini. Saat memasuki kabin, BYD dikabarkan akan menerapkan nuansa interior yang mirip dengan Great Tang.
Tata letak dasbor dirancang untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan konektivitas digital bagi pengemudi dan penumpang. Dengan berbagai fitur dan desain yang menawan, Great Han diharapkan dapat menarik perhatian konsumen yang mencari kendaraan premium dengan teknologi mutakhir.