Koleksi 4.000 Fosil, Pria Ini Tak Mau Jual Walau Ditawar Ratusan Juta
Sudarsono (62) memiliki ribuan koleksi fosil di rumahnya. Di tempat tinggalnya itu, dia mengumpulkan sekitar 4.000 fosil dan benda-benda kuno lainnya sejak tahun 1975. Atas ketelatenannya selama 45 tahun, banyak orang yang menawari fosil koleksinya sebesar ratusan juta rupiah. Namun Sudarsono tetap tidak mau menjualnya
Sudarsono (62) seorang warga Dukuh Ngadirejo, Desa Sambungmacan, Sragen, memiliki ribuan koleksi fosil di rumahnya. Di tempat tinggalnya, Ia mengumpulkan sekitar 4.000 fosil dan benda-benda kuno lainnya sejak tahun 1975.
Kebanyakan fosil yang ia temukan diperolehnya pada proyek penggalian di Sungai Bengawan Solo yang terdiri dari tengkorak manusia purba, serpihan tulang hewan purba, kapak, hingga botol bekas.
“Semua fosil ini saya temukan di proyek sodetan Sungai Bengawan Solo pada tahun 1975. Dulu dibiarkan teronggok bercampur material tanah dan batu. Waktu itu saya masih kecil. Saya iseng saja mengumpulkan barang-barang tua itu di rumah,” kata Sudarsono dikutip dari Liputan6.com pada Minggu (14/6).
Atas ketelatenannya selama 45 tahun, rumahnya mendapat banyak kunjungan tamu baik dari dalam maupun luar negeri. Berikut selengkapnya.
Ribuan Fosil Ditumpuk di Rumah
©YouTube/Melawan Lupa Metro TV
Pada awalnya, Sudarsono hanya menumpuk ribuan fosil yang ia temukan di rumahnya. Mengetahui hal tersebut, Bupati Sragen waktu itu, Agus Fatchur Rahman, kemudian memberinya hibah tiga lemari yang digunakan untuk memajang hasil koleksinya. Sementara 2.000 fosil lain yang belum teridentifikasi dibiarkan saja menumpuk di sebuah rak panjang.
Dikelola Masyarakat
©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
Sesuai dengan amanat UU No.11 tahun 2010, masyarakat diperbolehkan merawat benda cagar budaya secara mandiri. Oleh karenanya, bersama masyarakat sekitar Sudarsono mengelola tempat tinggalnya menjadi sebuah museum kecil.
Namun untuk bisa terus menjaga ribuan fosil itu, Sudarsono dikenai persyaratan. Salah satu persyaratannya adalah melaporkan koleksi museum secara berkala.
Selain itu dia harus bersedia melakukan konservasi secara berkala, menjaga benda dan jangan sampai hilang, dan memastikan informasi yang disampaikan kepada pengunjung merupakan informasi yang benar.
Rutin Dikunjungi Ilmuwan Macanegara
©YouTube/LIPI
Museum kecil milik Sudarsono itu sudah berkali-kali dikunjungi ilmuwan dari berbagai negara. Pada umumnya mereka datang karena tertarik untuk meneliti benda purbakala dari dataran Jawa. Namun ada maksud lain dari kunjungan mereka, salah satunya adalah ingin membeli fosil temuan dari Sudarsono.
Temuan Fosil Tidak Dijual
© Listverse.com
Para ilmuwan itu bermaksud untuk membeli koleksi fosil milik Sudarsono dengan harga fantastis mulai dari Rp 50-200 juta per fosil. Akan tetapi, Sudarsono tidak berniat untuk menjual fosil-fosil tersebut. Dilansir dari Liputan6.com pada Minggu (14/6), dia tetap berkomitmen untuk terus menjaga benda purbakala itu.