Kasus Perselingkuhan di Jagakarsa, Sopir Avanza Masih Ditahan di Polres Jaksel
Pengemudi Avanza, AW (29) menjadi bulan-bulanan warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia diketahui membawa kabur istri orang bernama MF (39).
Pengemudi Avanza, AW (29) menjadi bulan-bulanan warga Jagakarsa, Jakarta Selatan. Dia diketahui membawa kabur istri orang bernama MF (39).
Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan Kompol Sri Widodo mengatakan, pelaku AW sudah diamankan di Polres Jakarta Selatan. Kini masih menjalani pemeriksaan intensif.
Dua Orang Teman di Polsek Jagakarsa
Sri mengatakan, saat bawa kabur istri Sanusi, AW membawa serta dua orang dalam mobil. Dua orang tersebut berada di Polsek Jagakarsa.
"Yang di Jagakarsa itu kasusnya ada yang ditangani di Polsek Jagakarsa, kalau pengemudi ditangani di Laka Jakarta Selatan. ini kasus biasa, karenakan tidak ada yang meninggal," jelas dia saat dihubungi merdeka.com, Rabu (27/11).
Diteriaki Maling
Sri mengaku belum mendapatkan informasi terkini pagi ini tentang pemeriksaan AW. Dia meminta kasus tersebut dikonfirmasi ke unit kecelakaan lalu lintas Polres Jakarta Selatan.
Kasus ini terungkap saat sang suami Sanusi meneriaki mobil Avanza dengan sebutan maling. Alhasil dikejar warga sekitar, sopir panik hingga menabrak sejumlah pengendara di jalan.
Rupanya, ada cerita perselingkuhan antara MF dengan si pengemudi Avanza AW.
Selingkuh Cukup Lama
Kapolsek Jagakarsa, Komisaris Polisi Harsono mengatakan, pengendara minibus diduga membawa pergi istri orang. Suaminya berinisial S (44) mencoba mengejar dengan sepeda motor. Peristiwa ini terjadi di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Menurut keterangan suami, ada unsur perselingkuhan yang sudah berjalan cukup lama," kata Harsono saat dihubungi, Selasa (26/11).
Dia menerangkan, pengendara menghentikan laju kendaraan setelah menabrak beberapa sepeda motor dan taksi.
"Pengendara ditangkap warga Jalan Moh Khafi 2," ujarnya.
Diamuk Massa
Warga pun menumpahkan kekesalan dengan memukuli mobil. Terlebih saat itu suaminya yang berinisial S meneriaki pengemudi dengan sebutan maling.
"Pengemudi juga sempat diamuk massa. Alhamdulillah, lukanya tidak parah," jelas Harsono.
Dia menjelaskan, saat itu di kendaraan tersebut ada lima orang. "Perempuan satu, pengemudinya satu terus sama rekannya tiga orang," ujarnya.
(mdk/rnd)