Fitra: 94 Anggota DPRD DKI dapat subsidi BBM Rp 2,7 M
"Padahal gaji dewan sudah tinggi, masih saja BBM disubsidi oleh APBD Jakarta," kata Uchok.
Dalam waktu dekat, pemerintah bakal mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Subsidi BBM untuk rakyat sudah dicabut, justru 94 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta malah mendapat subsidi.
Koordinator Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparasi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menemukan, ada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Jakarta tahun 2013, yang mengalokasikan subsidi BBM untuk 94 anggota dewan Jakarta sebesar Rp 2.717.170.000.
"Subsidi BBM untuk rakyat sudah dicabut, kok sekretariat dewan masih berfoya-foya dengan BBM ini dari anggaran negara. Ini aneh dan tidak adil. Warga Jakarta harus mengetahui jika anggota DPRD masih disubsidi BBM-nya," jelas Uchok, Jakarta, Rabu (19/6).
Uchok menilai, sangat tidak etis jika semua anggota DPRD menerima dan menggunakan anggaran subsidi BBM. Padahal di lain pihak, rakyat merasa tercekik dengan kenaikan harga BBM.
"Oleh karena itu, sebaiknya anggaran sebesar Rp 2,7 miliar tersebut dihapuskan saja dari APBD tahun 2013. Saya menduga pasti dewan alasan belum diserap, namun jika tidak diawasi pasti dipakainya. Itu alasan klasik," tegas Uchok.
Uchok berpendapat, lebih baik jika anggaran tersebut dialokasikan untuk kebutuhan warga Jakarta. "Padahal gaji dewan sudah tinggi, masih saja BBM disubsidi oleh APBD Jakarta, sangat tidak mempunyai malu para anggota DPRD Jakarta ini," ujarnya.(mdk/has)