Awasi pelayanan publik, Pemkot Jakpus bentuk Tim Saber Pungli
Untuk mendukung program pemberantasan pungli, Mangara mengharapkan peran serta masyarakat. "Bagi masyarakat yang menjadi korban praktik pungli bisa segera melapor melalui aplikasi Qlue," terangnya.
Wali Kota Jakarta Jakarta Pusat, Mangara Pardede mengatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Administrasi Jakarta Pusat bersama unsur TNI/Polri dan Kejari setempat telah membentuk tim sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) untuk memantau pelayanan publik.
Meski anggotanya hanya berjumlah 50 orang, namun Mangara berharap tim ini bisa menuai hasil yang maksimal.
"Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli adalah Wakapolres Jakarta Pusat, AKBP Asep Guntur Rahayu. Tim akan disebar untuk melakukan pemantauan pelayanan publik," kata Mangara di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/1).
Dalam aksinya, tim ini akan beroperasi secara rahasia dan sembunyi-sembunyi.
"Dalam operasi di lapangan pergerakan dilakukan secara rahasia layaknya intelijen," ujar Mangara.
Untuk mendukung program pemberantasan pungli, Mangara mengharapkan peran serta masyarakat.
"Bagi masyarakat yang menjadi korban praktik pungli bisa segera melapor melalui aplikasi Qlue," terangnya.
Selain itu, Mangara juga mengimbau kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemkot Jakarta Pusat untuk tidak terlibat praktik pungli.
"Konsekuensi atas pelanggaran tersebut sudah pasti akan diterima PNS yang nekat terlibat pungli," tandasnya.
Baca juga:
2 Honorer Dishub Kutai Barat kena OTT Pungli, Rp 50 ribu diamankan
Saber Pungli sudah 81 kali OTT di instansi pemerintah
Pukat UGM: Satgas Saber Pungli jangan sebagai lip service semata
Urus KTP Rp 914 ribu, pegawai honorer Disduk Capil ditangkap polisi
Bupati Purwakarta minta tim saber pungli sikat calo tenaga kerja