Ahok: Masa seorang petahana enggak boleh keluar?
Ahok menolak disebut sedang cari dukungan karena sering blusukan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menampik peresmian dan peninjauan hasil pembangunan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) di Karet Tengsin dan Bintaro hari ini adalah bagian dari kampanye jelang Pemilihan Gubernur 2017 mendatang.
Pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku hanya menjalankan agenda saja.
"Hehe..kalau 2017 bagi-bagi sembako. Makanya, ini kan proses. Masa karena kita seorang petahana enggak boleh keluar? Sekarang saya tanya, kalau boleh ngomong fair, saya pernah bagiin kartu enggak? Kita pernah bagiin beras enggak? Saya pernah bagiin duit enggak? Enggak pernah," kata Basuki di Kelurahan Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (30/12).
Ditambahkannya, dalam mencari dukungan warga, dia mengharapkan calon kompetitornya untuk mau beradu program dan gagasan. "Saya pernah keliling-keliling ke rumah ibadah enggak? Enggak pernah. Yang penting, kalau kamu mau lawan saya adu program, sama mendidik orang untuk menjadi cerdas," tegasnya.
Lebih lanjut, mantan politisi Gerindra klaim tetap menjadi dirinya sendiri meski masa kerjanya kurang lebih 1,5 tahun lagi. "Saya berani marahin orang enggak? Tetap sama. Saya tetap bilang, kalau lu macam-macam gua cabut lu, gua pecat! Sama. Itu yang saya harapkan. Para politisi bisa belajar sesuatu yang lebih baik, mendidik orang untuk lebih cerdas," pungkas orang nomor satu DKI Jakarta ini.
Baca juga:
Ahok kesal pengembang sogok sopir truk angkut sampah perumahan
Ahok senang perusahaan rokok bangun taman anak, asal tak beriklan
Ahok geram banyak kernet Metro Mini berkelakuan mirip preman
Resmikan taman RPTRA, Ahok disambut antusias anak-anak
Resmikan taman, Ahok minta camat sampai ketua RT jadi estate manager
Ahok mengaku tak hadiri peresmian gedung KPK karena buka taman anak
Ahok bolehkan RT pungut iuran sampah, asal petugas digaji sesuai UMP