LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. JABAR

Mengenal Tarung Derajat, Bela Diri Asli Jawa Barat yang Bermula dari Jalanan

Menurut sang pendiri Achmad Drajat atau Aa Boxer, pengalaman kekerasan yang ia alami hingga menginjak usia remaja turut membidani lahirnya tarung derajat. Di mana ia sempat bermukim di kawasan Tegalega, Bandung tahun 1960 yang saat itu menjadi tempat tawuran remaja, perampokan, perjudian, serta kriminalitas lainnya

2021-11-10 15:15:00
Jabar
Advertisement

Sebagai salah satu seni bela diri, Tarung Derajat cukup banyak menarik minat masyarakat di Indonesia hingga berkembang di banyak daerah.

Gerakannya yang penuh dengan teknik, serta full body contact membuat para atletnya memaksimalkan kemampuan olah tubuh dalam mengalahkan lawan. Kendati demikian terdapat prinsip unik yang dibawa oleh sang pelopor bernama Achmad Drajat atau yang lebih dikenal Aa-Boxer, yakni ‘memanusiakan manusia’.

Sebagaimana dilansir dari laman tarungderajat-aaboxer.com, Rabu (10/11), penguasaan tarung derajat terdiri atas ilmu, tindakan moral dan sikap hidup yang memanfaatkan kemampuan melalui keterkaitan antara daya gerak otot, otak dan nurani sehingga tetap melindungi tanpa melukai. Berikut rangkuman kisah bela diri asli tanah Sunda tersebut.

Advertisement

Berawal dari Tarung Jalanan

Achmad Drajat atau AA Boxer, pendiri bela diri Tarung Derajat ©2021 Instagram @kawahdrajat/Merdeka.com

Advertisement

Berdasarkan pengalamannya, sang pendiri Achmad Drajat atau AA Boxer sempat mengalami kerasnya kehidupan. Bahkan tempaan itu sudah sejak masa kanak-kanak ia alami.

Mulanya ia kerap menjadi sasaran teman-temannya di klub sepak bola Persib Junior saat usianya baru menginjak 13 tahun. Menurutnya, teman-teman lawan mainnya kerap mencoba menyasar kakinya agar kalah dalam bertanding sepak bola.

“Jadi dari kecil itu saya memang hobi bermain bola, dan sempat masuk puncaknya di Persib Junior waktu usia saya 13 tahun. Di sana mungkin karena badan saya kecil dan kerempeng kerap jadi sasaran lawan. Akhirnya saya latihan tulang kering dan banyak lawan yang menyerah dengan saya” kata dia, melansir YouTube Metrotvnews.

Tak sampai di situ, menurut pria berusia 71 tahun itu pengalaman kekerasan juga masih terus ia alami hingga menginjak usia remaja. Di mana ia sempat bermukim di kawasan Tegalega, Bandung tahun 1960 yang saat itu menjadi tempat strategis untuk tawuran remaja, perampokan, perjudian, serta aktivitas kriminal lainnya.

“Dari situ saya berfikir, bagaimana menguatkan tubuh dari pukulan dan tendangan lawan” tambahnya.

Menerapkan Lima Prinsip Gerakan

©2021 Instagram @kawahdrajat/Merdeka.com

Banyak teknik yang diajarkan pada bela diri tarung derajat. Salah satu yang menjadi andalan adalah lima daya gerak moral seperti : Kekuatan, Kecepatan, Ketepatan, Keberanian, Keuletan pada sistem ketahanan dan pertahanan diri yang agresif dan dinamis.

Kesemuanya disinergikan melalui bentuk gerak pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, hindaran dan gerakan anggota tubuh penting lainnya yang terpola pada teknik, taktik, dan strategi bertahan dan menyerang yang praktis dan efektif bagi suatu ilmu olahraga seni beladiri.

“Dan gerakan-gerakan di Tarung Derajat itu sangat sederhana, namun yang menjadi keunggulan kita menggunakan tiga unsur daya gerak yakni otot, otak dan nurani.” kata AA Boxer.

Menjunjung Tinggi Keselamatan

Menurut AA Boxer, bela diri yang dibawa di tarung derajat sejatinya adalah mengembalikan hakikat manusia ke dalam bentuk yang sebenarnya. Hal itu ditanamkan melalui bentuk pertahanan diri yang tidak menyakitkan orang lain.

Dan dalam seni tarung derajat poin keselamatan terdapat di pukulan, tendangan, dan daya tahan menahan pukulan dan tendangan. Penggunaan pelindung tubuh malah akan mengurangi nilai teknik dan berpotensi membuat atlet malas memaksimalkan potensi yang ada di dalam diri

“Sebagai contoh saat memukul, kita harus menghilangkan bagian tulang yang menonjol di tangan kita agar pukulannya empuk dan tidak melukai lawan” kata dia

Sementara itu, mengutip goodnewsfromindonesia, saat ini bela diri Tarung Drajat telah resmi menjadi bagian dari olahraga nasional dan diakui Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dengan kepengurusan bernama PB. KODRAT (Pengurus Besar Keluarga Olahraga Tarung Derajat) sejak 1997.

Bahkan tarung derajat juga telah memiliki tempat di perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) serta digunakan sebagai unsur bela diri dari anggota TNI Angkatan Darat dan Brigade Mobil Polri dengan AA Boxer sebagai guru besarnya.

(mdk/nrd)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.