LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. GAYA

Saksikan wayang wong Mahabandhana, karya luhur anak bangsa

Pentas wayang wong Mahabandhana akan digelar di GKJ 3 Oktober mendatang, tampilkan kisah Sangkuni dari Mahabharata.

2014-09-24 10:32:00
Karya Seni
Advertisement

Wayang wong, sebuah pertunjukan wayang yang lakon-lakonnya diperankan oleh para penari merupakan bagian dari tradisi budaya luhur dari tanah Jawa. Sayangnya, kesenian yang diperkenalkan oleh Sultan Hamangkurat I ini mulai luntur keagungannya di tengah serangan budaya modern. Untuk itulah sebuah pergelaran wayang wong bertajuk "Mahabandhana" akan segera digelar. Digarap dengan megah dan artistik, pertunjukan ini dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta (GKJ) pada hari Jumat, tanggal 3 Oktober 2014 mendatang.

Pementasan ini bertujuan merepresentasikan karya adiluhung penuh simbol dan makna dalam kemegahan artistik dan tarian Jawa klasik. Sekaligus untuk menunjukkan idealisme berkesenian dalam bentuk yang konstruktif namun tetap prospektif.

"Seni tradisi sudah seharusnya mencari posisi strategis atau reposisi kultural yang merepresentasikan dirinya sebagai modal budaya. Oleh karena itu, ekspresi artistik dalam seni tradisi harus direkonstruksi secara kreatif. Namun tidak hilang dari esensi luhurnya," tutur Eny Sulistyowati SPd, SE, seniman yang juga berprofesi sebagai pengusaha kepada sejumlah wartawan 8 September 2014 lalu.

Konsep inilah yang coba diusung seniman tari ini ke dalam cakupan karyanya nanti. "Wayang Wong Mahabandhana digarap secara kreatif. Dengan tetap mempertahankan keaslian wayang wong yang bersumber pada keaslian pertunjukan wayang wong istana Mangkunegaran. Namun kami kembangkan dalam konteks kekinian. Baik pada garap sanggit, koreografi, iringan musik, tata rias dan busana klasik," tuturnya.

Pergelaran Wayang Wong Mahabandhana akan melibatkan tak kurang dari 150 seniman tradisional dari Surakarta, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta. Didukung para bintang panggung dari Alumni Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta dan Yogyakarta, di antaranya Agus Prasetyo yang juga bertindak sebagai sutradara. Pementasan Mahabandhana juga melibatkan para seniman dari grup Wayang Wong Sriwedari, sebuah grup kesenian tradisional legendaris dari Surakarta yang sudah ada sejak tahun 1910.

Dedek Wahyudi, komposer yang sudah melanglang buana ke berbagai negara dengan karyanya juga turut mendukung pergelaran ini. Musisi yang satu ini memegang rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dan dunia dalam membunyikan gamelan 'Corobalen' selama 36 jam nonstop pada tahun 2011 lalu.

Pagelaran Wayang Wong Mahabandhana merupakan produksi kedua Tri Ardhika Production. Lembaga manajemen seni di bawah payung Tri Ardhika ini sebelumnya sukses mementaskan opera sejarah bertajuk "Ken Dedes Wanita di Balik Tahta" pada tahun 2013 lalu. Sementara pagelaran Wayang Wong Mahabandhana ini didukung Senawangi (Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia), Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia), Dinas Budaya dan Pariwisata (Disbudpar), Pemerintah Kota Surakarta, serta Istana Mangkunegaran Surakarta.

Pentas Mahabandhana akan menyajikan salah satu kisah yang diambil dari epos klasik Mahabharata. Menampilkan tokoh Suman alias Sangkuni, Pandu, Kunthi, Gendara, Destarastra, Tremboko, Gandamana, Yamawidura, serta sejumlah tokoh lain dalam intrik kekuasaan di Hastinapura.

Sebagai salah satu penyelenggara acara, Eny Sulistyowati berharap pergelaran Wayang Wong Mahabandhana nantinya dapat memberikan kontribusi bagi pelestarian seni budaya adi luhung bangsa Indonesia sekaligus memberikan pencerahan hidup melalui seni budaya. Melalui pementasan ini ia bermaksud mengajak generasi muda supaya mencintai kekayaan budaya negeri sendiri. "Dan tentunya dapat membangun kreativitas dan memberikan wadah bagi seniman untuk senantiasa berkarya. Mengembalikan kaidah pertunjukan wayang orang tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai tatanan dan tuntunan," kata produser yang juga bertindak sebagai aktris dalam pementasan ini.

Ingin menyaksikan sekelumit kisah Mahabharata dalam balutan budaya Jawa? Jangan lupa hadiri dan saksikan pementasan Mahabandhana Oktober mendatang. Tiket bisa didapatkan melalui Tri Ardhika Production dengan nomor telepon 021–79196908/021-79196909 atau melalui fax di 021-79190826.(mdk/tsr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.