Jijik, arak khas Korea ini terbuat dari kotoran manusia!
Minuman kesehatan dari Korea ini dibuat dari kotoran manusia yang difermentasi.
Biasanya arak atau minuman beralkohol dibuat dari buah-buahan seperti anggur, apel, dan buah berry atau biji-bijian seperti barley dan beras. Bahan-bahan ini biasanya dipilih untuk membuat minuman beralkohol dengan cara difermentasikan karena mengandung glukosa tinggi yang nantinya akan diserap oleh ragi dan dikonversikan menjadi alkohol. Tetapi di dunia ini ada banyak varian minuman beralkohol yang dibuat dari berbagai bahan. Ada pula yang dikombinasikan dengan bahan-bahan tak lazim seperti ular, kadal, bahkan jari manusia!.
Salah satu arak atau minuman beralkohol paling tak biasa yang pernah dibuat adalah Ttongsul. Menurut Vice Japan, ttongsul yang berarti 'arak tinja', sesuai namanya dibuat dari bahan dasar feses manusia. Arak ini merupakan minuman kesehatan tradisional Korea. Saat ini sudah sangat jarang ditemui. Bahkan orang Korea pada umumnya pun banyak yang tak mengetahui perihal minuman ini. Minuman ini diperkenalkan kepada publik dunia pertama kali berkat reportase Yuka Uchida dari Vice Japan pada tahun 2013 lalu.
Ttongsul atau kadang disebut Ddongsul saat ini sudah sangat sulit dicari. Konon hanya sedikit orang yang masih bisa membuatnya di zaman modern ini. Pria bernama Dr. Lee Chang Soo yang berprofesi sebagai ahli pengobatan tradisional Korea mengaku kepada Uchida sebagai salah satu dari sedikit orang yang tahu bagaimana cara membuat minuman langka ini.
Menurut Lee, ttongsul dapat diproduksi dengan dua cara. Cara pertama dengan menampung kotoran manusia di pispot atau tampon yang berisi kotoran manusia. Pispot ini kemudian diiisi dengan alkohol dari sulingan air gandum dan di dalamnya diletakkan sebuah tongkat bambu. Kemudian larutan ini harus diendapkan selama berbulan-bulan agar terjadi fermentasi sempurna. Semakin lama waktu pengendapan, akan semakin baik pula mutu arak yang dihasilkan nanti. Jika sudah jadi, larutan alkohol dan feses tadi tinggal disaring dan araknya bisa disimpan untuk dikonsumsi. Cara yang lebih singkat adalah dengan mencampurkan alkohol dan kotoran dan difermentasikan selama beberapa hari saja. Tetapi karena cara pembuatannya yang singkat, menurut Lee ttongsul seperti ini kualitasnya tidak sebagus ttongsul yang dibuat dengan cara pertama.
Dilaporkan Rocketnews24, ttongsul sebenarnya bisa dibuat dengan feses apa saja. Entah itu kotoran ayam, anjing, atau kotoran manusia. Hanya saja yang paling umum memang dengan menggunakan feses manusia. Minuman ini diyakini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membantu penyembuhan patah tulang. Tetapi memang sudah tidak banyak lagi orang Korea yang memilih pengobatan tradisional dengan konsumsi arak ini.
Menurut laporan tim Rocketnews24 yang mencoba minuman ini, meskipun dibuat dari kotoran yang normalnya berbau busuk ttongsul justru tidak berbau seperti kotoran. Minuman ini bahkan tidak berbau sama sekali. Mungkin karena metode fermentasinya telah dikembangkan dan disempurnakan selama berabad-abad. Minuman ini memiliki kandungan alkohol yang tinggi dan sedikit terasa seperti ramuan obat Cina. Orang yang meminumnya tidak akan menduga kalau arak ini dibuat dari kotoran. Walaupun begitu tentu saja kebanyakan orang modern akan lebih memilih minuman kesehatan yang lebih lazim.
Bagaimana dengan Anda? Untuk kesehatan, bersediakah Anda mencoba arak dari kotoran manusia ini?
(mdk/tsr)