Festival Danau Sentani ajak masyarakat untuk cinta budaya sendiri
FDS digelar dalam rangka melestarikan kearifan lokal Papua.
Gelaran Festival Danau Sentani ke-IX tahun 2016 yang berlangsung di Khalkote, Sentani Timur, Papua, berlangsung sangat ramai dan semarak. Terlebih lagi acara ini didukung langsung oleh Kementerian Pariwisata Indonesia bersama Pemkab Jayapura, yang memberi apresiasi dan semangat positif untuk para wisatawan lokal maupun wisatawan luar.
Pemkab Jayapura menyelenggarakan FDS juga dalam rangka melestarikan kearifan lokal Papua. Jadi, FDS tentu tidak boleh hanya dilihat dari segi pertunjukkannya saja, tetapi bagaimana festival tersebut juga turut memfasilitasi berbagai pameran produk budaya dan kuliner khas suku-suku yang ada di Papua.
Di hari ketiga FDS ini, selain adanya pameran budaya dan kuliner, tour wisata dan berbagai lomba tari pun tak luput dari keseruan acara. Lomba tari yang diadakan hari ketiga ini adalah lomba tari Yosim Pancar yang diikuti oleh 7 sanggar, yakni sanggar Isele Faa, Phulakhoi, Khalodouw (B), Dwarkhoi, Rebali, Khalodouw (A), serta sanggar Cenderawasih.
Selain itu ada juga lomba dayung tradisional serta pertunjukan tari tradisional oleh beberapa kampung dan distrik yang ada di Papua.
"Ajang promosi hasil karya budaya dan kuliner maupun bidang ekonomi kreatif dalam festival ini semestinya menjadikan kita semakin cinta akan budaya kita sendiri dan bangga untuk dipromosikan kepada wisatawan asing sekalipun," ungkap Mathius, Bupati Jayapura.
Baca juga:
Bupati Jayapura ajak masyarakat cinta kearifan lokal lewat FDS 2016
Bupati Jayapura: Danau Sentani harus diprioritaskan oleh Pemerintah
Gelaran lomba FDS mampu tingkatkan destinasi wisata Danau Sentani
Pemkab Jayapura minta Danau Sentani juga jadi prioritas pemerintah
Perlombaan dalam FDS 2016 mampu tingkatkan wisatawan di Sentani
Tamu undangan FDS 2016 akan diajak tur di Jayapura