Terlibat terorisme, mantan pesepakbola Porsmouth ditangkap
Yann Nsaku diduga terlibat tindak terorisme menyerang warga Yahudi.
Yann Nsaku, warga Prancis mantan pemain tengah yunior klub sepak bola Inggris Portsmouth ditangkap polisi. Dia diduga terlibat tindak teroris menyerang warga Yahudi.
Surat kabar the Daily mail melaporkan, Senin (8/10), lelaki 19 tahun itu dibekuk di tempat tinggalnya di Kota Cannes, selatan Prancis, Sabtu pekan lalu. Setelah karier sepakbolanya di klub juara FA 2008 itu berakhir sebab cedera lutut, pemain bertinggi 188 sentimeter ini pulang ke Prancis dan menganut Islam garis keras.
Ayah Nsaku, Philip, beragama Kristen, mengaku anaknya dipengaruhi oleh seorang bernama Jeremy Sidney dan langsung masuk Islam. Dia juga mengatakan anaknya bersitegang cukup panas dengan keluarga beberapa hari lalu.
Sumber polisi menyebutkan Nsaku bisa ditahan selama 96 jam dan dikenai tuduhan melanggar pasal terorisme. Pasal ini bisa menyebabkan dia ditahan sampai batas waktu tidak ditentukan.
Polisi juga menembak mati Sidney, 33 tahun, dalam sebuah penggerebekan di Kota Strasburg. Tiga polisi ikut terluka dalam insiden itu. Aparat juga menangkap Jeremy Bailly di pinggiran Kota Torcy. Ketika ditangkap Bailly membawa senapan kaliber 22 dari dalam masjid.
Semua lelaki itu dilaporkan terlibat dalam sebuah serangan granat ke toko buah milik warga Yahudi di Kota Paris bulan lalu. Sumber polisi mengatakan mereka bermaksud memulai perang suci di seantero Prancis untuk mendirikan negara Islam.
Kejadian ini masih berkaitan dengan peristiwa penembakan tujuh warga Prancis, empat di antaranya Yahudi, oleh Muhammad Merah. Lelaki 23 tahun ini warga Prancis keturunan Algeria juga memiliki hubungan dengan gerakan Salafi di Kota Toulouse Maret lalu. Merah akhirnya tewas ditembak polisi setelah peristiwa itu.(mdk/fas)