Seorang wanita dicokok polisi di bandara KL diduga pembunuh Jong-nam
Seorang wanita dicokok polisi di bandara KL diduga pembunuh Jong-nam. Seorang wanita dicokok aparat kepolisian, diduga satu dari dua pelaku pembunuhan kakak ipar pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Polisi menyebut wanita tersebut berasal dari Myanmar, dan kini sedang dalam penahanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Seorang wanita dicokok aparat kepolisian, diduga satu dari dua pelaku pembunuhan kakak tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Polisi menyebut wanita tersebut berasal dari Myanmar, dan kini sedang dalam penahanan di Bandara Internasional Kuala Lumpur.
Dilansir Bernama, Rabu (15/2), penangkapan itu dilakukan setelah wajah wanita tersebut dikenali melalui rekaman CCTV sesaat setelah kejadian. Salah satunya tertangkap kamera mengenakan pakaian bertulisan LOL, akronim dari 'Laughing Out Loud' atau tertawa keras.
Wanita itu diperkirakan berumur antara 30-40 tahun, dan bagian kanannya mengenakan tas selempang. Belum ada keterangan resmi dari kepolisian soal penangkapan itu. Namun berdasarkan dokumen yang disita polisi, dia diketahui bernama Doan Thi Huong, kelahiran 31 Mei 1988 di Nam Dinh, Vietnam.
Sebelum dibunuh, Kim Jong-nam tengah menunggu penerbangan ke Makau, Hong Kong. Mendadak dia merasa seseorang telah mengusap wajahnya. Merasa sakit, dia langsung meminta bantuan kepada resepsionis untuk mendapatkan perawatan medis.
Oleh petugas, Jong-nam dibawa ke klinik setempat sebelum akhirnya meninggal saat dibawa menuju Rumah Sakit Kuala Lumpur. Polisi lantas melakukan penyelidikan dan menduga dua orang wanita sebagai pelaku pembunuhannya, di mana intelijen Korea Selatan meyakini mereka adalah agen rahasia Korut.
Seorang pejabat pemerintahan Jepang malah menduga keduanya sudah tewas. "Ada laporan yang menyebutkan (kedua tersangka) sudah tewas," ujar pejabat tersebut seperti dilansir Japan Kyodo News.
Kim Jong-nam adalah putra sulung dari Kim Jong-il, ayah Kim Jong-un. Dia tadinya disebut-sebut bakal menjadi pemimpin Korut selepas Kim Jong-il wafat. Namun pada 2001 dia ditangkap di Bandara Narita Tokyo, Jepang, setelah mencoba masuk ke Negeri Sakura dengan paspor Republik Dominika. Pada saat itu dia mengatakan ingin mengunjungi Disneyland di Jepang bersama keluarganya.
Sejak kasus itu dia diusir ayahnya dan tinggal di Macau, Hong Kong, hingga Kim Jong-il mangkat pada 2011. Kim Jong-nam selama ini hidup bersembunyi karena khawatir adik tirinya, Kim Jong-un, memandang dia sebagai ancaman.
Sebelum tewas, Jong-nam sempat mendatangi resepsionis untuk meminta bantuan. Dia mengaku kepalanya merasa pusing setelah ada orang asing menyeka wajahnya dari belakang.
"Kami belum tahu apakah itu kain atau suntikan, resepsionis hanya berkata seseorang memegang wajahnya, dia merasa pusing," ujar Kepala Kepolisian Selangor Fadzil Ahmat.
Perdana Menteri Korsel Hwang Kyo-ahn menyebut pembunuhan itu menjelaskan kebrutalan dan tidaknya tasa kemanusiaan di bawah rezim Kim Jong-un.
Baca juga:
Intel Korsel yakin Kim Jong-nam sudah 5 tahun jadi target pembunuhan
Ini agen rahasia Korut yang racuni kakak tiri Kim Jong-un
Penjagaan ketat RS Kuala Lumpur saat autopsi Kim Jong-nam
Dua agen rahasia wanita di balik tewasnya kakak tiri Kim Jong-un
Ini sosok kakak Kim Jong-un yang tewas dibunuh di Malaysia