LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Mirip Indonesia, jelang pilpres warga Prancis dibanjiri berita hoax

Mirip Indonesia, jelang pilpres warga Prancis dibanjiri berita hoax. Peneliti dari Universitas Oxford menyatakan para pemilih di Prancis dibanjiri beragam berita hoax atau bohong menjelang pemilihan presiden. Kondisi ini dikhawatirkan mempermudah jalan bagi para peretas Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilu.

2017-04-24 07:11:00
Prancis
Advertisement

Peneliti dari Universitas Oxford menyatakan para pemilih di Prancis dibanjiri beragam berita hoax atau bohong menjelang pemilihan presiden. Kondisi ini dikhawatirkan mempermudah jalan bagi para peretas Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilu.

Menurut para peneliti itu seperempat dari informasi politik yang dibagikan di media sosial Twitter di Prancis berdasarkan informasi yang salah. Di antara berita-berita bohong yang muncul bernuansa ideologi ekstrem, partisan (memihak) dan bersifat konspirasi dengan kekeliruan logika serta opini yang disodorkan sebagai fakta.

Studi lain dari lembaga peneliti swasta Bakamo memperlihatkan banyak berita salah itu berasal dari sumber-sumber yang "mudah dipengaruhi warga Rusia".

Studi itu menekankan kekhawatiran yang pernah disampaikan sejumlah tokoh Prancis bahwa Rusia sedang berusaha mempengaruhi hasil pemilu mereka seperti yang sempat ramai diberitakan ketika pemilu presiden Amerika Serikat November tahun lalu yang menghasilkan kemenangan bagi Donald Trump.

Harian Prancis Le Monde mengumpulkan sejumlah informasi paling mengejutkan publik yang beredar luas di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Le Monde menyebut sebuah situs sebagai sumber yang tidak bisa dipercaya setelah laman itu menerbitkan hasil pilpres empat hari sebelum pemilihan.

Situs itu mengatakan pemimpin Partai Barisan Nasional Marine Le Pen unggul dalam pilpres putaran pertama dengan raihan suara 28,1 persen dan di urutan kedua ada Emmanuel Macron dengan perolehan 22,83 persen suara. Situs itu mengatakan hasil tersebut "bukan bohong".

Berita itu menyatakan perolehan suara itu berdasarkan hasil dari pemungutan suara elektronik di AS padahal pilpres tahun ini tidak menggunakan metode elektronik dan warga Prancis di AS baru memulai pemungutan suara pada 22 April.

Situs lain juga menyebut koran investigatif Le Canard Enchaine memutuskan tidak menerbitkan kabar soal kandidat Macron mempunyai simpanan dana di luar negeri. Namun artikel itu tidak merujuk pada satu pun sumber atau rincian mengenai tuduhan tersebut.

Berita lain memunculkan hasil polling palsu yang menyatakan kandidat dari sayap kanan Francois Asselineau memenangkan pilpres putaran pertama dengan suara mayoritas 56,91 persen. Pada polling lain menyebut kandidat sayap kiri Jean-Luc Melenchon memenangkan pilpres putaran pertama berdasarkan jumlah kicauan yang dia peroleh di media sosial Twitter.

Apa yang terjadi dalam pilpres Prancis ini mengingatkan kita pada pilpres di Indonesia dan pilkada DKI yang baru lalu. Media sosial di Indonesia juga sempat diramaikan beragam berita hoax terkait pilpres dan pilkada DKI.

Baca juga:
PKB tanggapi positif PSI sudah tancap gas dukung Jokowi di 2019
Dukungan PSI dinilai tambah kekuatan Jokowi di Pilpres 2019
Dukung Jokowi nyapres dinilai strategi PSI dulang suara di 2019
Dukung Jokowi nyapres 2019 bisa bawa efek positif ke PSI
Bertemu Jokowi di Istana, PSI nyatakan dukungan di Pilpres 2019

(mdk/pan)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.