Mayor Sudarjono, pilot pertama Fokker 27 di Indonesia
Mayor Sudarjono adalah adik pendiri TNI AU, Agustinus Adisucipto.
Fokker F-27 masuk ke Indonesia pada 1966. Awalnya, pesawat ini dipesan oleh PT.Pertamina dan difungsikan sebagai pesawat operasional lintas daerah di Indonesia, seperti dilansir dari defensestudies.blogspot.com.
Pemesanan Fokker F-27 sudah dilakukan mulai 1965. Pertamina langsung memesan 2 buah. Namun pesawat masih menginap di Belanda. Adalah Mayor Purnawirawan Sudarjono, adik kandung pendiri Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI-AU), Agustinus Adisucipto.
Sudarjono bergabung dengan Pertamina pada 1966. Sebulan bergabung, dia dipercaya untuk menjemput Fokker F-27 pada September 1966 sekaligus mengikuti pendidikan terbang 3 bulan di Schipol, Belanda. Kelar belajar, Sudarjono membawa pesawat itu pulang ke Indonesia.
Fokker F-27 pertama diregistrasi dengan nama PK-PFA. Lalu Sudarjono kembali lagi ke Schipol pada 3 Januari 1967 untuk mengambil pesawat kedua dan diregistrasi dengan nama PK-PFB. Pesawat kedua ini tidak langsung pulang melainkan jalan-jalan dengan rute Roma (Italia)-Kairo (Mesir)-Bahrain-Karachi (Pakista)-Kolombo (Sri Lanka)-Medan (Indonesia) dan berakhir di Kemayoran, Jakarta.
Keberhasilan Sudarjono membawa Fokker F-27 melalui rute tidak biasa membuatnya dapat tugas khusus untuk mempromosikan pesawat ini di negara Asia. Permintaan ini langsung dari Fokker.
Pada 1976 Fokker F-27 mulai bergabung dengan TNI-AU dan menempat Lapangan Udara Halim Perdanakusuma.
(mdk/fas)