Lady gaga jadi ratu, prajurit dan simbol seks di manila
Ibu para 'monster' itu mengemas konsernya seperti drama.
Lady Gaga memberikan penampilan terbaiknya di Arena Mall of Asia, Ibu Kota Manila, Filipina pada konser yang digelar Senin (21/5) kemarin. Area pertunjukan pun disulap secara rumit menjadi seperti sebuah gedung pada abad pertengahan yang bergaya gothic.
Gaga menjadi sorot yang paling dituju dengan pembukaan yang memukau. Ibu para 'monster' (panggilan penggemar beratnya) itu mengemas konsernya seperti drama.
Dia pun melakoni banyak peran, menjadi ratu atau prajurit, menunggangi kuda, mengendarai motor, membawa banyak penari dengan adegan pesta sepanjang malam, seolah memberi pernyataan setiap orang berhak bebas dan bahagia.
Gaga memang berbeda. Pikiran dan gayanya yang penuh kontroversi telah membuat dunia benar-benar terbelah menjadi dua. Kubu yang bener-benar menyukainya dan kubu yang jelas-jelas membenci dirinya.
Di atas panggung, Gaga memperlihatkan pengalihan emosi yang hebat mulai dari marah, gembira, takut, sedih bahkan sampai menangis. Bahkan pada salah satu momen di konser itu dia berteriak lantang agar penonton berani jadi diri sendiri. "Ini bukan tentang musik. Ini tentang menjadi diri sendiri," ujar Gaga seperti dilansir surat kabar Philiphine Daily Inquirer, Selasa (22/5).
Memang benar, banyak sekali busana terbuka serta simbol seks yang diperlihatkan di sepanjang konser Gaga. Dan pemimpin agama serta pihak berwajib yang diturunkan untuk mengamankan konser Gaga jika terjadi penyimpangan, hanya bisa kaget dan berdecak kagum akan totalitas Lady Gaga.(mdk/fas)