LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Kakek 92 Tahun Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup karena Kejahatan Keji yang Baru Terungkap

Kasus pemerkosaan yang terjadi pada tahun 1967 baru mendapatkan keputusan hukuman penjara pada tahun ini setelah terpidana dinyatakan bersalah.

Rabu, 03 Sep 2025 21:09:00
kakek
Ryland Headley memperkosa dan membunuh Louisa Dunne di rumahnya pada tahun 1967 (Dok. Kepolisian Somerset). (© 2025 Liputan6.com)
Advertisement

Seorang pria berusia 92 tahun telah dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti bersalah atas pemerkosaan dan pembunuhan seorang janda berusia 75 tahun.

Kasus ini terungkap setelah hampir enam dekade, di mana Ryland Headley, yang pada waktu itu berusia 34 tahun, menyerang Louisa Dunne di kediamannya di Easton, Bristol, pada 28 Juni 1967.

Dunne ditemukan tak bernyawa di ruang tamunya oleh seorang tetangga. Para ahli patologi menyatakan bahwa penyebab kematiannya adalah asfiksia akibat pencekikan dan tekanan pada mulutnya.

Hakim Sweeting di Pengadilan Mahkota Bristol menyebut serangan tersebut sebagai tindakan yang "kejam dan brutal".

Advertisement

Ia menekankan bahwa Headley, yang berasal dari Ipswich, Suffolk, tidak menunjukkan penyesalan sama sekali atas tindakannya, seperti yang dilaporkan oleh BBC pada Rabu (3/9).

"Korban adalah seorang perempuan tua yang rapuh, tinggal sendirian. Anda memperlakukannya hanya sebagai alat untuk memuaskan hasrat Anda," kata hakim.

Advertisement

"Pelanggaran terhadap rumah, tubuh, dan nyawanya adalah tindakan biadab seorang pria yang tidak bermoral. Meskipun Anda mungkin tidak berniat untuk membunuh, namun Anda dengan sadar telah memperkosanya dan menyerangnya dengan brutal," lanjutnya.

Kesaksian Keluarga Korban

Mary Dainton, cucu dari Louisa Dunne yang kini berusia 78 tahun, memberikan kesaksian di persidangan. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini, ia masih merasakan dampak mendalam dari tragedi yang terjadi.

"Kasus ini telah meninggalkan kehancuran yang sangat besar," ujarnya.

"Saya merasa perlu untuk berbicara mewakili mereka yang telah tiada. Ada stigma besar yang melekat pada kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Hidup saya berubah drastis, saya merasa sedih dan lelah, bahkan hubungan saya dengan orang-orang terdekat juga terpengaruh," terangnya.

Dainton menambahkan, "Saya sangat berduka karena orang-orang yang dulu mengenal dan mencintai Louisa tidak dapat menyaksikan keadilan ini akhirnya ditegakkan."

Selesai berkat teknologi forensik

Ryland Headley memperkosa dan membunuh Louisa Dunne di rumahnya pada tahun 1967 (Dok. Kepolisian Somerset). © 2025 Liputan6.com

Kasus ini menjadi salah satu misteri pembunuhan yang paling lama tidak terpecahkan di Inggris. Pada tahun 2023, Tim Peninjau Kejahatan Besar dari Kepolisian Avon dan Somerset melakukan penelaahan ulang terhadap arsip kasus lama.

Mereka menemukan rok yang dikenakan oleh Dunne pada saat kejadian dan mengirimkannya untuk analisis forensik.

Dari hasil analisis tersebut, berhasil diperoleh profil DNA lengkap yang menunjukkan kecocokan sempurna dengan Ryland Headley.

Selain itu, penyelidikan juga mengungkap fakta bahwa pada bulan Oktober 1977, Headley pernah dihukum karena melakukan pemerkosaan terhadap dua perempuan lanjut usia setelah membobol rumah mereka di malam hari, yang merupakan modus operandi yang serupa dengan kasus pembunuhan Dunne.

Pernyataan Polisi

Detektif Inspektur Dave Marchant, yang merupakan petugas investigasi senior kepolisian, mengungkapkan bahwa putusan ini akhirnya membawa keadilan bagi korban.

"Ryland Headley akhirnya bertanggung jawab atas kejahatan mengerikan yang dilakukannya terhadap Louisa pada tahun 1967," ujarnya.

"Dampak dari kejahatan ini sangat besar, meninggalkan luka mendalam bagi keluarga dan juga masyarakat kota Bristol," tambahnya.

Advertisement

Marchant juga memberikan pujian kepada Mary Dainton, menyatakan bahwa ia menunjukkan keteguhan luar biasa selama proses penyelidikan dan persidangan, "Ia menunjukkan keteguhan luar biasa selama proses penyelidikan dan persidangan," tambahnya.

Berita Terbaru
  • Kucing dan Anjing Liar Sering Masuk Rumah? Waspadai 4 Risiko Penyakit Ini
  • 6 Foto Tangga Rumah Gen Halilintar di Jakarta, Mewah Bak Istana Dongeng
  • Laporan Aljazeera: 51 Negara Kirim Senjata ke Israel Selama Genosida di Gaza, Ini Daftar 5 Negara Terbanyak
  • Banjir Terjang Babakanmadang, 138 Rumah Warga Terdampak Luapan Kali Cijayanti
  • Dua Tahun Menggantung, Kasus Siswi SLB Hamil di Kalideres Belum Terungkap, Polisi: Masih Proses Pemanggilan
  • kakek
  • konten ai
  • pembunuhan
  • pemerkosaan
Artikel ini ditulis oleh
Editor Fauzan Jamaludin
T
Reporter Teddy Tri Setio Berty
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.