LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Junta militer bantah kudeta Mesir

rakyat tidak berunjuk rasa menentang militer karena lelah dengan politik dan aksi-aksi sejak setahun terakhir.

2012-06-19 10:05:24
Mesir
Advertisement

Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata Mesir (SCAF) membantah bila disebut melakukan kudeta merangkak atas reformasi Mesir. Mereka mengaku siap menyerahkan kekuasaan pada pihak sipil.

BBC melaporkan, Selasa (19/6), juru bicara junta militer Letnan Muhammad al-Assar mengatakan kubu SCAF akan melaksanakan pelantikan presiden terpilih sesuai jadwal akhir bulan ini. "Kami bersumpah akan menjalankan amanat hingga akhir Juni nanti dan menyerahkan kekuasaan pada presiden terpilih," kata Assar pada konferensi pers di ibu kota Kairo kemarin.

Meski demikian, pihak reformis dan Islam tetap menuding upaya militer mengambil alih hak legislatif merupakan kudeta terhadap perjuangan rakyat Mesir.

Akibat putusan Mahkamah Konstitusi pekan lalu, gerakan oposisi digembosi kekuasaannya. Lembaga ini memandang proses pemilihan parlemen akhir tahun lalu melanggar konstitusi, sehingga tidak punya dasar hukum.

Konsekuensi putusan ini adalah keharusan mengulang pemilihan parlemen. Pembubaran parlemen ini merugikan koalisi Islam Ikhwanul Muslimin dan Salafi yang menguasai sepertiga kursi.

SCAF mengumumkan dekrit bernama 'Penyesuaian Konstitusi' dengan sebagian isinya berupa kewenangan dewan jenderal menyusun undang-undang dan mengelola anggaran negara. Presiden juga tidak boleh mengumumkan perang sebelum mendapat izin dari militer.

Selain itu, anggota SCAF mendapat masa bakti seumur hidup. Kelompok militer pimpinan Jenderal Hussein Tantawi ini berhak menangkap massa, bila keadaan dianggap kacau.

Walau dikecam kalangan reformis, tidak ada unjuk rasa rakyat setelah militer mengumumkan dekrti mereka. Koresponden BBC di Kairo, Yolande Knell menyatakan rakyat sudah terlalu lelah dengan politik dan aksi-aksi sejak setahun terakhir.

Ikhwanul Muslimin, melalui juru bicara parlemen Saad al-Katatni menyerukan pada warga supaya melawan upaya militer menyabotase reformasi. "Rakyat harus bangkit dan mempertahankan hasil revolusi mereka," ujar dia.

Di sisi lain, pemilihan presiden Mesir masih berlangsung alot. Dua calon yang bertarung sama-sama mengaku unggul berdasarkan hitung cepat.

Pihak Muhammad Mursi dari koalisi Islam mengaku menang dengan 52 persen dari total 52 juta suara. Namun, dalam pertemuan dengan para pendukungnya, calon lain Ahmad Safiq menganggap klaim Mursi salah.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.