LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Janda Arafat minta jasad suaminya diotopsi

Jika kadar polonium dalam jasad Arafat tinggi, maka dipastikan dia wafat diracun.

2012-07-04 21:11:20
Palestina
Advertisement

Suha Arafat, istri mendiang Yasser Arafat, meminta agar Pemerintah Otoritas Palestina melakukan membongkar ulang makam suaminya di Ramallah, Tepi Barat, buat diotopsi. Hal itu dia lakukan lantaran setelah dilakukan penyelidikan suaminya kemungkinan wafat lantaran diracun.

Stasiun televisi Aljazeera melakukan penyelidikan khusus sembilan bulan terakhir. Hasilnya, media berpusat di Ibu Kota Doha, Qatar, itu melansir laporan, Rabu (4/7), menyatakan beberapa benda dikenakan Arafat sebelum meninggal mengandung racun polonium, zat radioaktif sangat berbahaya. "Saya yakin Otoritas Palestina mencoba mencari tahu penyebab kematian Arafat," kata Suha dalam wawancara dengan stasiun televisi itu. Dia menambahkan bakal bekerja sama dan membantu penyelidik sepenuh hati demi hasil maksimal.

Penyelidikan terhadap jasad Arafat dibantu oleh Dr. Francois Bochud, Direktur Institut Radiofisika di Kota Lausanne, Swiss. Menurut dia, jika setelah jasad Arafat diteliti dan terdeteksi zat radioaktif polonium dengan kadar tinggi, maka bisa dipastikan mantan pejuang Palestina itu tewas diracun.

Advertisement

Mantan pemimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) ini dalam kondisi sehat sebulan sebelum meninggal. Mendadak, kesehatannya langsung memburuk pada 12 Oktober 2004. Sejak saat itu, Arafat mengalami gejala diare parah, muntah berulang kali, dan berat badannya turun drastis. Dokter menyatakan dia meninggal pada 11 November 2004 dan dimakamkan di Kota Ramallah, Tepi Barat.

Gejala dialami Arafat rupanya sama persis seperti mendiang mata-mata Rusia, Alexander Litvinenko. Dia diracun polonium saat minum teh di Ibu Kota London, Inggris, dan meninggal beberapa bulan setelah pertama kali sakit enam tahun lalu.

Beberapa bulan setelah meninggal, ada banyak teori coba menjelaskan penyebab kematian Arafat. Dia sempat dicurigai mengidap HIV, leukimia, sampai kanker, tapi pihak Lausanne memastikan dugaan-dugaan itu tidak benar.

Advertisement

Istri mendiang, Suha Arafat, sudah meminta pihak rumah sakit militer Percy yang terakhir kali merawat suaminya memberikan contoh air kencing dan darah buat diteliti. Namun institusi kesehatan Prancis ini mengaku sudah menghancurkan sampel-sampel itu. "Saya kecewa dengan respon pihak rumah sakit (Percy). Sampel darah orang sepenting Arafat biasanya disimpan. Kesannya mereka ingin terhindar dari masalah," ujar Suha.

Satu-satunya cara membuktikkan semua dugaan itu adalah mengotopsi kembali kerangka Arafat. Masalahnya, menurut Suha, Israel kemungkinan besar tidak akan mengizinkan pengiriman jenazah dari Tepi Barat ke luar negeri.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.