LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

James Bond, si intel flamboyan

Pengalaman Ian Fleming sebagai agen intelijen membuat tokoh James Bond terasa hidup, walau dalam tulisan.

2012-07-08 08:03:00
dunia
Advertisement

Perawakan laki-laki itu necis. Rambutnya disisir rapi hingga menimbulkan kesan klimis. Kira-kira umurnya 30an. Perempuan berparas cantik dan bertubuh seksi dengan gaun tipis berdiri di sampingya, membuat lelaki lain pun langsung memalingkan pandangan kepada dia. Kebetulan waktu itu mereka berdua sedang berada dalam sebuah jamuan makan malam. Bukan sembarang pesta. Acara itu digagas bos mafia kelas atas. Perlahan tapi pasti keduanya berjalan menghampiri seorang pria. Tampaknya memang sosok itu yang dicari. Para pengawal pimpinan bandit itu tidak lepas memperhatikan gerak-gerik mereka berdua. Tidak lama keduanya pun sampai di depan sang mafia. Sambil menyodorkan tangan hendak bersalaman, si pria necis tadi mengatakan namanya, "Halo, nama saya Bond. James Bond."

James Bond, si intel flamboyan namanya terdengar begitu akrab di telinga kita. Penulis novel Ian Fleming adalah penggagas kelahiran tokoh spion fiktif itu. Pekan ini di Ibu Kota London, Inggris, digelar pameran memperingati 50 tahun kiprah kisah James Bond diangkat ke dalam layar lebar.

Dilansir dari stasiun televisi CNN, Sabtu (7/7), pameran itu menampilkan segala macam barang unik atau senjata rahasia dalam film James Bond. Tercatat ada lebih dari 400 jenis barang dipamerkan kepada publik.

Advertisement

Ian Fleming sempat kesulitan mendeskripsikan tokoh mata-mata dan memberi nama dalam novel yang akan dia tulis. Kebetulan dia merupakan penggemar burung dan memiliki buku berjudul Burung-burung di India Barat karya ahli burung James Bond. Maka lahirlah tokoh spion tampan dan perlente itu. Dia pun harus menjelaskan alasan pemberian nama itu kepada istri sang ilmuwan. "Nama itu sangat mengusik pikiran saya. Seakan tidak romantis, sangat Inggris, maskulin, tepat seperti yang saya inginkan.

Mungkin Anda penasaran kenapa Ian Fleming bisa sangat runut dan detail dalam menggambarkan kerja mata-mata dalam novel itu. Hal itu lantaran dia memang pernah menjadi anggota militer dan bertugas di Divisi Intelijen Angkatan Laut Inggris pada masa Perang Dunia II. Dia pun mengakui tokoh karakter James Bond merupakan paduan dari pribadi semua spion pernah dia kenal saat itu.

Dari rumah mewah di kompleks perumahan Goldeneye di Jamaika, Fleming merampungkan 14 judul novel tentang James Bond. Pertama diterbitkan pada 1953 dalam novel berjudul Casino Royale.

Advertisement

Setelah Ian Fleming tutup usia pada 1966, penulisan novel itu ditulis bergantian oleh penulis lain. Mereka yang menggantikan yakni Kingsley Amis, Christopher Wood, John Gardner, Raymond Benson, Sebastian Faulks, dan Jeffrey Deaver.

John Gardner dan Raymond Benson masing-masing menulis 16 dan 12 judul novel tentang James Bond. Pada rentang 2005 hingga 2009, Charlie Higson menulis lima judul novel dan satu cerita mengisahkan tentang masa muda James Bond. Semuanya laris manis diserbu pembaca.

Kisah James Bond dalam novel pun akhirnya dihidupkan ke dalam tayangan televisi hingga layar lebar. Dengan menghadirkan aksi-aksi berbahaya dan jalan cerita berliku, film itu laku keras. Produser pun gembira melihat keuntungan berlipat ganda. Memang intel flamboyan. Meski fiktif masih yang suka.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.