Israel Pindahkan Aktivis Global Sumud Flotilla ke Ashdod
Lebih dari 400 peserta Global Sumud Flotilla ditangkap oleh Israel setelah kapal-kapal mereka dihentikan dan dicegat di perairan internasional.
Kelompok hak asasi manusia bernama Adalah, pada Rabu (20/5/2026), mengungkapkan bahwa Israel telah memindahkan para peserta Global Sumud Flotilla ke Pelabuhan Ashdod setelah mereka diserang dan dicegat di perairan internasional.
"Mereka berlayar menuju Gaza untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan dan menantang blokade ilegal, namun para peserta sipil ini secara paksa diculik dari perairan internasional dan dibawa ke wilayah Israel sepenuhnya bertentangan dengan kehendak mereka," ungkap kelompok tersebut, seperti yang dilaporkan oleh kantor berita Anadolu.
Pelabuhan Ashdod merupakan salah satu pelabuhan terbesar di Israel, mengelola sekitar 60 persen kargo negara tersebut. Adalah juga mencatat bahwa informasi mengenai keberadaan para aktivis yang ditahan serta kondisi fisik dan status hukum mereka sangat terbatas. Para pengacara dari kelompok hak asasi manusia tersebut, bersama sejumlah pengacara sukarelawan, telah diizinkan untuk mengakses Pelabuhan Ashdod demi melakukan konsultasi hukum dengan para tahanan.
"Intersepsi militer terhadap kapal sipil di perairan internasional, pemindahan paksa warga negara asing ke wilayah Israel tanpa persetujuan mereka, serta penolakan jalur aman untuk pengiriman bantuan kemanusiaan kepada penduduk yang diblokade merupakan pelanggaran berat terhadap hukum internasional," tegas Adalah.
Adalah menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh Israel merupakan kelanjutan dari kebijakan hukuman kolektif dan menyebabkan kelaparan bagi warga Palestina di Gaza. Mereka juga menyatakan bahwa tim hukumnya akan menantang legalitas penahanan ini dan menuntut pembebasan segera seluruh peserta flotila.
Penyelenggara flotila mengumumkan pada Selasa (19/5) malam bahwa lebih dari 87 aktivis telah memulai aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap penculikan mereka oleh Israel dan sebagai solidaritas terhadap 9.500 tahanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel.
Peristiwa pencegatan armada Global Sumud Flotilla oleh militer Israel merupakan operasi militer bertahap yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada Senin (18/5) ketika Angkatan Laut Israel mengepung dan mengintersepsi gelombang pertama armada di perairan internasional dekat Siprus. Pengepungan berlanjut hingga Selasa, karena beberapa kapal kecil yang tersisa masih berusaha berlayar menuju Gaza, sebelum akhirnya seluruh armada yang membawa total 428 relawan dari 44 negara berhasil dikuasai sepenuhnya oleh pasukan Israel pada malam harinya. Insiden ini bukanlah yang pertama kali terjadi.
Blokade Sejak 2007
Pada akhir April lalu, militer Israel juga menyerang armada flotila di perairan internasional dekat Pulau Kreta, Yunani, yang saat itu membawa 345 peserta dari 39 negara. Israel telah memberlakukan blokade ketat terhadap Gaza sejak 2007, yang menyebabkan 2,4 juta penduduk wilayah tersebut berada di ambang kelaparan.
Sejak Oktober 2023, militer Israel melancarkan serangan besar-besaran di Gaza, yang mengakibatkan lebih dari 72.000 orang tewas dan lebih dari 172.000 lainnya terluka, serta menyebabkan kehancuran besar di seluruh wilayah yang terkepung tersebut.