ISIS klaim jatuhkan pesawat Rusia berbekal utak-atik kaleng bekas
Pengakuan militan sesuai penyelidikan tim investigasi yang mengatakan ledakan terjadi di kabin Kogalymavia
Majalah Dabiq, sarana propaganda militan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS), menjelaskan metode mereka menjatuhkan pesawat komersial Kogalymavia di atas langit Semenanjung Sinai, Mesir, akhir bulan lalu. Dari gambar yang ditampilkan, pejuang khilafah cuma memakai kaleng bekas minuman soda, ditambah detonator, dan bom TNT ukuran kecil.
"Bom ini berhasil diselundupkan ke dalam pesawat dari Bandara Sharm el-Sheikh," tulis majalah itu, seperti dilansir ulang the Independet, Kamis (19/11).
Tak sekadar memuji keberhasilan perancang bom mereka menjatuhkan pesawat, Majalah Dabiq sekaligus mengancam setiap negara Barat akan melakukan teror serupa bila wilayah Irak dan Suriah terus dibom.
Kogalymavia yang jatuh pada 31 Oktober adalah pesawat komersial asal Rusia, mengangkut turis yang ingin melihat piramida. Seluruh 224 penumpang dan kru tewas. Rusia jadi sasaran karena mengirim jet tempur dan tentara membantu Presiden Suriah Basyar al-Assad menggempur basis-basis kelompok teroris, baik ISIS maupun kelompok pemberontak didukung Arab Saudi.
"Serangan kali ini menunjukkan pada Rusia, dan semua yang bersekutu dengan negara itu, bahwa tidak ada yang aman di darat maupun udara untuk mereka. Pembunuhan yang mereka lakukan di Syam setiap hari hanya menghasilkan balasan setimpal," tulis Dabiq.
Salah satu sumber yang terlibat dalam investigasi jatuhnya Kogalymavia menduga bom diletakkan di kabin penumpang, bukan bagasi kargo. Buktinya pesawat terbelah dua di udara sebelum jatuh. Dengan demikian, klaim ISIS bahwa bom ukurannya kecil masih sesuai penyelidikan tim lintas negara.
"Bom kemungkinan diletakkan di bawah kursi penumpang dekat dengan jendela. Ini menyebabkan kehancuran kerangka dan menekan udara kabin," ujarnya.
Pemerintah Rusia sebelumnya resmi menyatakan jatuhnya pesawat komersial milik Maskapai Kogalymavia di Semenanjung Sinai, Mesir, disebakan serangan teror. Pemicunya diduga bom jenis TNT seberat 1 kilogram yang diletakkan di kargo pesawat tersebut.
"Kami sekarang bisa mengatakan kecelakaan itu adalah ulah teroris," kata Kepala Intelijen Rusia (FSB) Alexander Bortnikov.
Presiden Vladimir Putin bersumpah akan menemukan para pelaku, lalu menghabisi mereka. "Kami akan mengejar mereka, ke manapun mereka bersembunyi. Kami akan mencari mereka ke seluruh penjuru dunia dan menghukum para pelaku," kata Putin.
Diduga kuat, bom bisa masuk badan pesawat karena lemahnya penjagaan aparat Bandara Sharm el-Sheikh. Pemerintah Mesir kini menggelar investigasi terpisah soal bagaimana bahan peledak dapat masuk ke pesawat.
(mdk/ard)