Gempa guncang Myanmar, 5 tewas dan puluhan rumah hancur
"Ini gempa paling dahsyat yang pernah saya alami seumur hidup," kata Soe Soe.
Gempa berkekuatan 6,8 SR mengguncang utara Myanmar hari ini. Media lokal melaporkan lima orang tewas karena kejadian itu. Rumah-rumah dan bangunan yang berada di dekat pusat lokasi gempa rusak parah.
Stasiun televisi Fox News melaporkan, Minggu (11/11), kerusakan parah juga terjadi pada sebuah jembatan yang sedang dibangun di atas sungai Irrawaddy di Kota Shwebo, lokasi pusat gempa. Lima orang tewas ketika jembatan yang baru dibangun 80 persen itu roboh. "Ini gempa paling dahsyat yang pernah saya alami seumur hidup," kata Soe Soe, warga Shwebo berusia 52 tahun.
Menurut dia, gerbang beton di sebuah bangunan kerajaan dan sejumlah patung di kuil-kuil di kota itu juga rusak parah.
Kerusakan parah juga terjadi di Mogok, wilayah di arah timur pusat gempa. Sejumlah kuil rusak dan daerah pertambangan ditimpa tanah longsor, kata Sein Wein, warga Mogok melalui saluran telepon.
Pejabat Departemen Meteorologi di Ibu Kota Naypytaw mengatakan gempa 6,8 SR itu terjadi pukul 7.42 pagi waktu setempat.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan di kota kedua terbesar di Myanmar, Mandalay, yang berjarak 117 kilometer dari pusat gempa di selatan.
Warga di Mandalay yang dihubungi melalui telepon mengatakan gempa itu cukup kuat hingga orang-orang berlarian menyelamatkan diri meninggalkan rumah mereka.
Gempa itu juga terasa hingga ke Ibu Kota Bangkok, Thailand. Gempa ini terjadi sepekan sebelum kedatangan presiden Amerika Serikat yang baru terpilih kembali Barack Hussein Obama ke Myanmar.(mdk/has)