Diplomat Suriah kembali mengundurkan diri
Kedutaan Besar Suriah di Sydney juga ditutup hari ini. Para pekerjanya dikabarkan meminta suaka politik.
Khalid al-Ayubi, kuasa usaha Suriah untuk di Ibu Kota London, Inggris, hari ini menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya. Kabar itu dibenarkan oleh Kementrian Luar Negeri Inggris. Hal ini menambah daftar panjang para diplomat berhenti mendukung kubu Presiden Basyar al-Assad.
Menurut pernyataan Khalid disampaikan oleh Kementrian Luar Negeri Inggris, dia menyatakan mundur lantaran tidak mau lagi mewakili rezim melakukan tindak kekerasan dan penindasan terhadap rakyatnya. "Maka dari itu dia merasa tidak mampu lagi menjalankan tugasnya," tulis Khalid seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Senin (30/7).
Al-Ayubi merupakan salah satu diplomat senior Suriah di London. Mei lalu, pemerintah Inggris mengusir Ghassa Dalla, kuasa usaha Suriah, dan dua diplomat lainnya sebagai protes terhadap kekerasan atas warga sipil dilakukan Presiden Basyar al-Assad. Sebelumnya, Assad lebih dulu menarik duta besarnya di negara itu.
Sampai saat ini Al-Ayubi menolak berbicara kepada media massa dan Kementrian Luar Negeri menghormati hak pribadi dia. Dia dilantik menjadi diplomat Suriah sebelas tahun lalu. Dia ditugaskan pertama kali di Yunani pada 2003 sampai 2008 sebagai konsul.
Selain itu, hari ini dikabarkan kedutaan besar Suriah di Sydney, Australia ditutup dan sebagian pekerjanya dikabarkan meminta suaka politik di Negeri Kangguru itu.
Mayer Dabbagh, Konsul Kehormatan Suriah di Sydney, Australia, membenarkan kabar itu tetapi menolak memberikan keterangan lebih lanjut.
Menurut sumber rahasia, hari ini seorang petinggi militer berpangkat brigadir jenderal membelot dari rezim Assad dan bergabung dengan pejuang oposisi. Berarti sampai saat ini sudah 28 perwira militer senior membelot. Mereka menyebrang ke Turki dan bergabung dengan Tentara Pembebasan Suriah (FSA).
Pekan lalu diplomat pasangan suami istri, Lamia al-Hariri dan Abdul Latif al-Dabbagh membelot. Keduanya kini diyakini berada di Qatar. Jauh sebelum mereka membelot, dua duta besar Suriah, Bassam Imadi dan Nawaf Faris, sudah menyatakan hengkang dari mendukung kubu Assad.
Sejak konflik bersenjata meletup Maret tahun lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan sekitar 17 ribu orang tewas dan lebih dari sejuta lainnya mengungsi. Tentara pemerintah Suriah kini sedang menggempur Kota Aleppo diyakini basis pejuang oposisi. Mereka membawa berbagai senjata berat dibantu kekuatan udara. Akibatnya gelombang pengungsi warga sipil mulai membanjiri Turki.
Tentara Pembebasan Suriah (FSA) menyatakan mereka siap menghadapi pertempuran besar di kota wisata dekat perbatasan Turki itu.
(mdk/fas)