LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Dalam 12 hari, tujuh masjid di Amerika diserang

Politisi Amerika Serikat berjasa mengobarkan sentimen anti-Islam.

2012-08-15 11:46:25
Amerika Serikat
Advertisement

Dewan Hubungan Islam-Amerika (CAIR) menilai selama Ramadan tahun ini tingkat kebencian terhadap muslim meningkat. Buktinya, ada tujuh serangan terhadap masjid dalam rentang 12 hari.

Situs berita salon.com, Rabu (15/8), insiden terakhir melibatkan pelemparan air keras dua hari lalu ke Pusat Pendidikan Islam di Kota Lombard, 40 kilometer dari Chicago. Serangan itu tidak melukai siapapun dan masih diselidiki Biro Investigasi Federal (FBI).

Bila tragedi penembakan kuil Sikh 5 Agustus lalu ikut dihitung, karena kabarnya pelaku mengira tempat ibadah agama khas India itu sebagai masjid, berarti ada delapan upaya serangan karena sentimen Islamofobia dalam dua pekan ini. Wujudnya bervariasi, mulai vandalisme, menggambari tembok dengan cat hingga paling parah membakar bangunan untuk salat itu, seperti terjadi di Negara Bagian Missouri.

Direktur Eksekutif CAIR Ahmad Rehab menilai kebencian terhadap muslim berkembang karena politikus Amerika juga turut andil. Salah satunya adalah pernyataan politik dari senator Joe Walsh dari Partai Republik bulan lalu. Saat bertemu konstituen di Kota Chicago, dia menilai perkembangan populasi muslim di kota itu harus dihambat. "Islam bukan agama damai, mereka berupaya membunuh warga patriotik Amerika setiap saat," kata dia disambut tepuk tangan hadirin. Selain Walsh, politikus nasional Amerika lain yang kerap mengkampanyekan sentimen anti-Islam adalah Michele Bachmann dan Peter King.

Rehab menilai kebencian tanpa alasan inilah menyebabkan warga akar rumput terpicu menyerang masjid di Negara Paman Sam itu. "Anda sulit menafikan adanya hubungan antara kampanye politik penuh kebencian dengan situasi minoritas muslim banyak diserang akhir-akhir ini," kata Rehab.

Berdasarkan data FBI, serangan Islamofobia sempat menurun setelah Presiden Barack Hussein Obama terpilih empat tahun lalu. Dari 500 serangan pada 2001, menjadi tinggal 107. Namun tahun lalu, jumlah insiden terhadap masjid atau penduduk muslim kembali meningkat hingga 160 kasus.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.