LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Adu manis memikat Yahudi

Lobi Yahudi amat menentukan politik dan kebijakan Amerika Serikat. Tak heran dukungan mereka selalu jadi rebutan.

2012-08-04 07:07:00
Amerika Serikat
Advertisement

Dihitung-hitung, kurang dari empat bulan lagi Amerika Serikat bakal menyelenggarakan pesta demokrasi guna memilih pemimpin mereka. Dua calon sudah merayu masyarakat Negeri Paman Sam. Calon incumbent Barrack Hussein Obama Jr., dari Partai Demokrat dan Mitt Romney kandidat Partai Republik saling serang meniup opini kepada publik.

Namun, ada satu unsur tidak bisa dilupakan dalam politik Amerika. Dukungan kaum Yahudi. Siapapun kandidat presidennya selama tidak bisa meraih dukungan dan memperoleh restu mereka, jangan harap bisa bertengger di kursi kekuasaan. Tidak sampai di situ, setelah menjabat para pemimpin pun harus mau disetir dan menurut sesuai kehendak mereka. Jika menolak, hati-hati saja terjungkal dari jabatan idaman semua orang itu. Mereka bisa melakukan itu lantaran kebanyakan menguasai media massa dan perekonomian Negara Adidaya itu.

Obama misalnya. Sebelum terpilih menjadi presiden empat tahun lalu dia rajin menyambangi berbagai golongan masyarakat. Tidak terkecuali Komite Urusan Umum Amerika-Israel (AIPAC). Dia pun berjanji selalu membina hubungan baik dan menjamin Negeri Zionis itu. Dia juga rela terbang jauh-jauh ke Ibu Kota Tel Aviv dan kemudian berdoa di depan Tembok Ratapan di Kota Suci Yerusalem. Belum lama ini, presiden pernah tinggal di tanah air itu menyetujui dan membantu penyediaan roket Sistem Perisai Kubah buat menangkal rudal-rudal Hamas.

Advertisement

Lawan Obama, Mitt Romney, tidak mau kalah gertakan. Senin lalu dia mengikuti langkah rivalnya itu berdoa di Tembok Ratapan. Tidak hanya itu, dia bahkan membuat pernyataan yang membikin gerah pemerintah otoritas Palestina. Menurut dia, sudah sepantasnya Negara Adidaya itu membuka kantor kedutaan di Yerusalem, bukan di Tel Aviv seperti sekarang ini. Sontak Gedung Putih kebakaran jenggot dan meminta mantan gubernur Massachusetts itu menjelaskan pernyataan itu.

Sebelumnya, Romney mengecam sikap Obama lantaran tidak menyokong rencana Israel menyerang Iran akibat tidak mau menghentikan program nuklir mereka. Dia juga mengatakan kebijakan jaminan kesehatan dijuluki Obamacare sebagai langkah sembrono.

Bicara kedekatan dengan Israel, mungkin Romney bisa dibilang paling akrab. Di masa lalu, tepatnya pada 1976, dia pernah bekerja satu kantor dengan Perdana Menteri Benyamin Netanyahu di sebuah perusahaan konsultan. Beda dengan Obama besar dan tumbuh di lingkungan kulit hitam. Tentu hal itu pastinya mempengaruhi cara mereka dalam berpolitik.

Advertisement

Benyamin Netanyahu mungkin kecewa dengan sikap Obama seakan tidak peduli akan ambisi dia ingin menghabisi Iran. Maka dari itu sekuat tenaga dia mendukung penuh sobat karibnya Mitt Romney.

Mau tidak mau, mereka kini saling tebar pesona demi memikat para konglomerat Yahudi di Amerika. Obama dan Romney saling bersaing meraih simpati dengan mengobral janji.

Jika ditilik, lebih dari 100 dari 400 miliarder Amerika dalam daftar orang paling tajir versi Forbes adalah orang Yahudi. Enam dari 20 perusahaan terbesar di negara itu juga kepunyaan Yahudi.

Pendiri Google, Sergey Brin, berayahkan Yahud, Pendiri Facebook, Mark Zuckerberg bersama wakilnya juga Yahudi. Begitu pula David Fischer (putra Gubernur Bank Sentral Israel Stanley Fischer), Ben Shalom Bernanke (Gubernur the Federal Reserve), pendahulunya, Alan Greenspan, dan sang pendiri, Paul Warburg.

Tidak heran lobi Yahudi begitu superior di Amerika. Maka jangan pernah berharap lebih dari pemimpin terpilih baru nanti akan berlaku adil. Karena mereka hanya adu manis di depan kaum Yahud.

(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.