Abdul Ghani Baradar Masuk Daftar “100 Tokoh Paling Berpengaruh” 2021 Majalah TIME
Majalah TIME memasukkan salah satu pendiri Taliban dan Wakil Perdana Menteri Afghanistan, Abdul Ghani Baradar dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh di 2021”, di bawah kategori “pemimpin”.
Majalah TIME memasukkan salah satu pendiri Taliban dan Wakil Perdana Menteri Afghanistan, Abdul Ghani Baradar dalam daftar “100 Orang Paling Berpengaruh di 2021”, di bawah kategori “pemimpin”.
TIME menggambarkan Baradar sebagai seorang “pemimpin militer karismatik dan tokoh yang sangat alim” yang “berdiri sebagai tumpuan masa depan Afghanistan”.
Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada 15 Agustus 2021 dan baru-baru ini mengumumkan pemerintahan sementara mereka yang terdiri dari sejumlah anggota senior Taliban.
Baradar ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri. Baru-baru ini muncul laporan konflik dan perpecahan di internal Taliban terkait struktur pemerintahan yang melibatkan Baradar dan salah seorang pemimpin lainnya.
Pada Selasa, BBC melaporkan dengan mengutip sejumlah sumber Taliban, Baradar tidak senang dengan struktur pemerintahan dan konflik pecah terkait siapa yang seharusnya mengklaim pihak yang paling berjasa dalam kemenangan Taliban di Afghanistan.
Baradar meyakini para diplomat, termasuk dirinya, harus dianggap paling berjasa; sementara kelompok Haqqani – kelompok paramiliter yang dikelola sejumlah tokoh paling senior Taliban dan pemimpinnya saat ini menjabat menteri dalam negeri – meyakini para pejuang yang harus dianggap paling berjasa.
Sumber Taliban ini mengatakan kepada BBC, Baradar meninggalkan Kabul dan menuju Kandahar setelah konflik tersebut.
Namun Baradar membantah laporan tersebut dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah pada Rabu.
“Media mengatakan bahwa ada perpecahan internal. Tidak ada apa-apa di antara kami, itu tidak benar,” bantahnya.
Baradar pernah menjabat sebagai komandan senior Taliban yang bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan koalisi, menurut pemberitahuan sanksi PBB.
Dia ditangkap dan dipenjara di Pakistan pada 2010. Setelah pembebasannya pada 2018, dia mengepalai kantor politik Taliban di Doha, menjadi salah satu tokoh penting dalam perundingan damai dengan AS.
“Baradar mewakili arus yang lebih moderat di dalam Taliban, yang akan menjadi pusat perhatian untuk memenangkan dukungan Barat dan sangat membutuhkan bantuan keuangan. Pertanyaannya adalah apakah orang yang membujuk Amerika keluar dari Afghanistan dapat mempengaruhi gerakannya sendiri.”
Baca juga:
VIDEO: Rumor Konflik Internal Hingga Mencuat Isu Tewasnya Petinggi Taliban
Diplomat Afghanistan Serukan Dunia Tolak Akui Taliban
Wakil PM Afghanistan Abdul Ghani Baradar Bantah Isu Perpecahan di Internal Taliban
Takut Diburu Taliban, Tim Sepak Bola Perempuan Afghanistan Kabur ke Pakistan
Menlu Afghanistan Desak Negara Lain Bekerja Sama dengan Pemerintahan Taliban